"Kami juga ikuti protokol Covid-19. Setiap meja diisi 4 peserta agar tetap jaga jarak, semua wajib memakai masker, mencuci tangan atau pakai hand sanitizer," kata Noor Thoha ketika ditemui di Hotel Horison Sagita yang menjadi lokasi kegiatan, Sabtu (27/6/2020).
Orientasi tugas, lanjut Noor, diberikan kepada PPK dan PPS dengan asumsi petugas ad hoc tersebut belum mengerti tentang penyelenggaraan pemilihan umum termasuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun ini.
"Alangkah naifnya ketika mereka sudah dilantik dan disuruh langsung bekerja. Nanti plonga-plongo, datang ke sekretariat tapi nggak tahu apa yang dikerjakan," sebutnya.
Petugas PPK dan PPS dipastikan mendapat pembekalan tentang pengetahuan teknis seperti pemutakhiran data pemilih hingga pemungutan dan penghitungan perolehan suara. Termasuk etika apabila bertemu dengan calon kepala daerah.
"Bukan ilmu meramal siapa calonnya dan berapa perolehan suaranya," ucapnya.
Selain soal teknis, para petugas ad hoc turut diberi wawasan mengenai kepemiluan di negara-negara demokrasi selain Indonesia. "Ya, agar mereka juga tahu," tandasnya.
Penulis: Hendra
Editor: M.Huldi