BMKG akan menginformasikan ke BPBD Kukar melalui alat ini jika potensi bencana tersebut terjadi.
"Karena ini bersifat real-time, dari pusat langsung mengirim informasi gempa tersebut ke klien-klien (BPBD)," kata Kepala BMKG Samarinda, Riza Arian Noor kepada media, Senin (22/6/2020).
WRS ini, kata Riza, telah ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia yang berpotensi gempa dan tsunami.
Melalui perangkat ini, BMKG Samarinda berharap mendapatkan penyambung lidah dalam memberikan informasi terkait kebencanaan.
"Kami harapkan daerah pesisir Kukar yang berbatasan laut atau garis pantai bisa menerima informasi apabila terjadi gempa berpotensi tsunami," pungkasnya.
Selain itu, kata dia, alat lainnya seperti Automatic Rain Gauge (ARG) juga akan ditempatkan di wilayah Kukar untuk mencatat curah hujan secara real-time agar dapat mewaspadai potensi banjir.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi