Berbagai turis dari dalam negeri dan mancanegara pasti menyempatkan diri untuk berkunjung sekaligus belanja di Pasar Kebun Sayur. Baik secara perorangan maupun rombongan.
Sehingga capaian penghargaan tidak boleh membuat Pemerintah Kota Balikpapan terlena dan mengendurkan kinerja. Pasalnya, persaingan antar daerah akan semakin ketat.
Maka dibutuhkan langkah yang lebih kreatif dan inovatif. Salah satunya adalah melakukan revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur secara bertahap.
"Tentunya tanpa menghilangkan kesan pasar tradisionalnya," kata Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, Selasa (14/1/2020).
Revitalisasi, lanjut Rahmad, bisa menggandeng investor atau pemerintah kota melalui Dinas Pekerjaan Umum yang langsung melakukan proyek tersebut.
"Apalagi kan sudah menjadi ikon destinasi wisata belanja. Di kawasan itu juga ada pusat kuliner yang harus dikembangkan dan dilestarikan," ujarnya.
Rahmad pun menegaskan proses revitalisasi tetap mengakomodasi pedagang lama atau yang sudah eksisting. Sedangkan untuk pedagang baru harus diseleksi terlebih dahulu.
"Iya, pedagang yang ada saat ini diakomodir, yang baru diseleksi. Jangan yang sudah eksis dihilangkan, ngamuk orang," tandasnya.
Penulis/Editor : Hendra