Masyarakat Balikpapan Gelar Aksi Kecam Penindasan Uighur
1 menit baca2.509 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Penindasan terhadap kaum minoritas Uighur yang diduga dilakukan oleh Pemerintah Cina mendapat sorotan dunia, salah satunya dari warga Kota Balikpapan.
Masyarakat Balikpapan yang mengatasnamakan Aliansi Muslim Bersatu Balikpapan (AMBB) merencanakan melakukan aksi solidaritas pada Minggu (29/12) pagi.
Koordinator lapangan AMBB Muhammad Oky Alfiansyah menuturkan bahwa pemerintah Indonesia seharusnya memberikan perhatian terkait kasus yang menimpa masyarakat Uighur di Cina.
"Ya kami akan melakukan aksi terkait hal itu, tentu bersama masyarakat Balikpapan agar pemerintah dapat memberikan perhatian terkait hal ini dan jangan berdiam diri,"ungkapnya Sabtu (28/12) siang.
Oky biasa disapa mengatakan bahwa aksi tersebut akan ditindaklanjuti kembali pada Senin (30/12) untuk melakukan hearing dengan Pemerintah Kota Balikpapan.
"Kami sampaikan di depan masyarakat, kemudian Senin kami sampaikan pernyataan sikap kepada Pemkot Balikpapan dan memorandum akhir tahun oleh Aliansi Muslim Bersatu Balikpapan,"tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Balikpapan, Muhammad Rais.
Menurutnya, hak asasi manusia juga berlaku kepada masyarakat Uighur.
"Hak asasi harus sama jangan sampai ada diskriminasi. Dalam rangka aksi ini tentu untuk didengar masyarakat dunia khususnya PBB itu dapat melihat,"timpalnya.
Dia juga mendesak kepada Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.
"Pemerintah Indonesia harus turut serta, itukan jelas dalam pembukaan UUD 1945,"tegasnya.
Rais juga menyayangkan terkait adanya pejabat negara yang memberikan pernyataan bahwa Indonesia tidak mencampuri permasalahan internal negera lain."Itu salah besar, seorang pejabat yang mengerti aturan regulasi seharusnya tidak mengatakan seperti itu,"tuturnya.
Aksi akan dimulai di halaman parkir Bank Bukopin Komplek Balikpapan Permai (BP) dilanjutkan dengan long march oleh massa aksi sekitar 500 orang menuju simpang Plaza Balikpapan untuk berorasi.
Penulis:Yudi Hadi
Editor: M.Huldi









