"Kami juga menyiapkan fasilitas berupa goodie bag, obat-obatan, kaos, topi, makanan ringan dan asuransi jiwa untuk kenyamanan pemudik selama perjalanan hingga ketujuannya," kata Farid Indra Nugraha melalui rilisnya, Jumat (3/5/2019).
Dirinya berharap program itu memberikan kemudahan kepada masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik ke kampung halaman. "Program seperti ini rutin kami gelar setiap tahun," ucapnya.
Bagi masyarakat yang berminat, pendaftaran dilaksanakan pada 6 sampai 17 Mei 2019 dan akan ditutup jika kuota 600 pemudik telah terpenuhi. Syaratnya hanya membawa fotokopy KTP Elektronik dan Kartu Keluarga asli yang diperlihatkan.
Sedangkan untuk anak dibawah 17 tahun cukup membawa Akta Kelahiran dan pendaftaran dilakukan di atrium Kedatangan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mulai Senin hingga Jumat pada pukul 09.00 - 15.00 WITA.
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan juga membentuk Posko Terpadu Monitoring Angkutan Udara di area keberengkatan. Posko yang melibatkan puluhan personel diaktifkan pada 29 Mei hingga 13 Juni 2019.
Selain dari Angkasa Pura I, personel yang dikerahkan mulai dari Perum LPPNPI (AirNav), KKP, Basarnas, BMKG, CIQ, Airlines, PT Jasaraharja Putera, Senkom dan Orari.
Sementara prediksi puncak arus mudik akan terjadi 31 Mei 2019 dan puncak arus balik 12 Juni 2019. "Perlu sinergi terhadap stakeholder di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan di Posko Terpadu Monitoring Angkutan Udara 2019, yakni diantaranya
"Semoga program mudik tahun ini dimanfaatkan dengan baik dan para pemudik dapat berkumpul dengan keluarganya untuk berlebaran," pungkas Farid.
Penulis / Editor : Hendra