Mengingat pengelolaan BBM sangat berisiko tinggi terhadap insiden, baik dalam bentuk kecelakaan terhadap manusia dan kerusakan sarana, bahaya kebakaran dan pencemaran serta huru-hara.
“Menjelang pesta demokrasi ini, kami akan perketat pengamanan tidak hanya di Kota Balikpapan, tetapi semua unit operasi kami yang ada di Kalimantan. Kami juga bekerja sama dengan TNI dan Kepolisian untuk membantu pengawasan serta pengamanan," kata Feri Yani, Kamis pagi (11/4/2019).
Beberapa hal yang dilakukan Pertamina yaitu memperketat pemeriksaan secara teliti terhadap orang, kendaraan dan barang yang akan masuk wilayah kerja. Kemudian memastikan seluruh operator terutama yang mengawaki kapal, pesawat, mobil tangki, LPG dan lain-lain agar bekerja sesuai dengan aturan perusahaan.
Selain itu, para pimpinan sekuriti harus stand by on call selama 1x24 jam untuk memudahkan komunikasi apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan krisis. "Serta meningkatkan kewaspadaan pengamanan dan koordinasi dengan aparat keamanan setempat maupun dengan pemerintah daerah dan melakukan evaluasi setiap minggunya," beber Feri.
Dirinya juga menginginkan masyarakat untuk membantu Pertamina dalam menjaga stabilitas dan keamanan penyaluran BBM dan LPG. "Bila terjadi sesuatu, hubungi Contact Center kami di 135 atau email ke [email protected]. Bisa isa melalui akun media sosial Pertamina Kalimantan di @pertaminaborneo," pungkasnya.
Penulis / Editor : Hendra