Usman sapaan akrabnya menyatakan, saat ini elite politik mengedepankan politik identitas dan mendikotomi kepentingan golongan. "Secara elektoeral politik saat ini terdikotomi dan terjebak dengan kepentingan elit politik. Kita bahkan lupa sejarah dengan perjuangan apalagi rezim-rezim yang pernah ditumbangkan oleh anak muda khususnya Mahasiswa," tuturnya.
Sementara akademisi Universitas Balikpapan, Rendy Susiswo Ismail mengatakan peran pemuda sangat berpengaruh dalam menentukan arah Politik kebangsaan."Berbicara anak muda dan Politik itu berdasarkan pada politik kebangsaan yang bisa melekatkan dalam keindoensiaan adalah konsesus di mana konsesus nasional kita adalah Pancasila inilah yang mampu melekatkan yang menjadi bangsa yang kuat," ungkap Rendy.
Terkait perpolitikan kekinian yang kian memanas dengan banyaknya berita hoax."Saya lihat dari beberapa aspek praktis tidak ada yang istimewa dalam politik saat ini, dinamika masih dalam batas-batas dan tidak membahayakan eksistensi kebangsaan. Jika ada yang berkembang di Medsos (hoax,Red) ya itu namanya politik praktis," paparnya.
Isu yang berkembang di Medsos akan hilang dengan sendirinya seiring selesainya kontestasi Capres dan Cawapres 2019."Kita lihat saja selesai Pemilu ini selesai juga berita seperti itu," ujar Rendy lagi.
Dari sisi hukum pihak Kepolisian dari Polda Kaltim juga terus melakukan upaya-upaya baik preemtif maupun preventif agar suasana Pemilu 2019 dalam suasana kondusif. "Pelaksanaan pemilu tentu dengan menciptakan pemilu damai, aman dan sejuk. Upaya yang dilakukan bersama-sama terutama dengan menggandeng kaum milenial untuk bersama sama menciptakan kondisi yang aman," timpal AKP M. Rezsa A, S.H,S.I.K yang mewakili Polda Kaltim sebagai narasumber
Menurutnya generasi milenial karakteristiknya berbeda dengan generasi X di mana dunia media sosial dapat menjangkau lebih jauh ketimbang generasi X yang mayoritas gagap teknologi. "Kaum milenial sangat berbeda dengan generasi X bahwa saat ini cukup dengan gadget generasi milenial bisa mengetahui seluruh perkembangan. Generasi milenial melek teknologi yang jauh lebih cerdas, kami percaya bahwa media sosial menjadi media efektif untuk menyebarkan konten positif bukan sebaliknya," pungkas Rezsa. (*)
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur