Aksi teror itu sebutnya sangat merugikan karena agama apa pun sesungguhnya mengajarkan kedamaian dan kasih sayang. "Dengan alasan apapun, aksi teror itu justru tidak berprikemanusiaan," imbuhnya.
PA GMNI pun mengajak elemen masyarakat kota Balikpapan untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan. Mengingat kota yang berjuluk Madinatul Iman merupakan kota yang sangat kondusif hingga saat ini. "Balikpapan cukup baik, cukup damai, meski tidak menutup kemungkinan ada gerakan-gerakan yang mengarah ke aksi tersebut. Tapi kami yakin, warga kota ini cerdas dalam menjaga kedamaian," ucap Rio lagi.
PA GMNI mengimbau agar warga dari struktur terkecil seperti keluarga untuk saling mengingatkan dan memberikan pemahaman bahwa aksi teror berkedok apa pun adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Baik dari kacamata agama maupun secara hukum di republik ini. "Masyarakat Balikpapan harus kompak, jangan diberi kesempatan ada aksi teror di kota ini. Kami pun mengingatkan bahwa perbedaan merupakan bentuk menuju kemaslahatan warga negara Indonesia," tutupnya.
Seperti diberitakan, tiga gereja di kota Surabaya, Jawa Timur diteror bom pada Minggu pagi sekira pukul 07.15 Wita. Gereja tersebut diantaranya Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia dan Gereja Pentakosta Pusat Surabaya. Info sementara 4 orang tewas termasuk pelaku bom bunuh diri dan 33 korban lainnya juga terluka. Puluhan sepeda motor juga terbakar di depan Gereja Pentakosta Pusat Surabaya.
Penulis : Hendra
Editor: Aspian