Kamis, 13/12/2018

Generasi Milenial Harus Sebarkan Konten Positif di Sosmed

Kamis, 13/12/2018

Suasana Talk Show Pemilu 2019 oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Balikpapan dengan Tema Anak Muda dan Politik bertempat di Aula Aji Karang Melenu Kampus Universitas Balikpapan (13/12/2018) siang.

Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Generasi Milenial Harus Sebarkan Konten Positif di Sosmed

Kamis, 13/12/2018

logo

Suasana Talk Show Pemilu 2019 oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Balikpapan dengan Tema Anak Muda dan Politik bertempat di Aula Aji Karang Melenu Kampus Universitas Balikpapan (13/12/2018) siang.

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Banyaknya berita hoax yang beredar di media sosial menjadi kekhawatiran tersendiri khususnya untuk pemilih milenial yang erat dengan melek teknologi. Disisi lain menjadi rentan ketika kaum milenial menerima sepenuhnya konten yang beredar tanpa mencoba mengklarifikasi kebenarannya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Balikpapan Rizky Usman menuturkan peran kaum milenial khususnya mahasiswa dapat memberikan gagasan yang bersifat substantif. "Ini tugas kita untuk bisa mengatakan benar katakan benar dan salah katakan salah. Kondisi situasi politik sudah memanas kita harus bisa memberikan gagasan yang mengedepankan substantif bukan identitas seperti sekarang ini,"ungkapnya dalam kegiatan Talk Show Pemilu 2019 oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Balikpapan dengan Tema Anak Muda dan Politik bertempat di Aula Aji Karang Melenu Kampus Universitas Balikpapan (13/12/2018) siang tadi.

Usman sapaan akrabnya menyatakan,  saat ini elite politik mengedepankan politik identitas dan mendikotomi kepentingan golongan. "Secara elektoeral politik saat ini terdikotomi dan terjebak dengan kepentingan elit politik. Kita bahkan lupa sejarah dengan perjuangan apalagi rezim-rezim yang pernah ditumbangkan oleh anak muda khususnya Mahasiswa," tuturnya.

Sementara akademisi Universitas Balikpapan, Rendy Susiswo Ismail mengatakan peran pemuda sangat berpengaruh dalam menentukan arah Politik kebangsaan."Berbicara anak muda dan Politik itu berdasarkan pada politik kebangsaan yang bisa melekatkan dalam keindoensiaan adalah konsesus di mana konsesus nasional kita adalah Pancasila inilah yang mampu melekatkan  yang menjadi bangsa yang kuat," ungkap Rendy.

Terkait perpolitikan kekinian yang kian memanas dengan banyaknya berita hoax."Saya lihat dari beberapa aspek praktis tidak ada yang istimewa dalam politik saat ini, dinamika masih dalam batas-batas dan tidak membahayakan eksistensi kebangsaan. Jika ada yang berkembang di Medsos (hoax,Red) ya itu namanya politik praktis," paparnya.

Isu yang berkembang di Medsos akan hilang dengan sendirinya seiring selesainya kontestasi Capres dan Cawapres 2019."Kita lihat saja selesai Pemilu ini selesai juga berita seperti itu," ujar Rendy lagi.

Dari sisi hukum pihak Kepolisian dari Polda Kaltim juga terus melakukan upaya-upaya  baik preemtif maupun preventif agar suasana Pemilu 2019 dalam suasana kondusif. "Pelaksanaan pemilu tentu dengan menciptakan pemilu damai, aman dan sejuk. Upaya yang dilakukan bersama-sama terutama dengan menggandeng kaum milenial untuk bersama sama menciptakan kondisi yang aman," timpal AKP M. Rezsa A, S.H,S.I.K yang mewakili Polda Kaltim sebagai narasumber 

Menurutnya generasi milenial karakteristiknya berbeda dengan generasi X di mana dunia media sosial dapat menjangkau lebih jauh ketimbang generasi X yang mayoritas gagap teknologi. "Kaum milenial sangat berbeda dengan generasi X bahwa saat ini cukup dengan gadget generasi milenial bisa mengetahui seluruh perkembangan. Generasi milenial melek teknologi yang jauh lebih cerdas, kami percaya bahwa media sosial menjadi media efektif untuk menyebarkan konten positif bukan sebaliknya," pungkas Rezsa. (*)


Penulis: Yudi Hadi

Editor: Aspian Nur

Generasi Milenial Harus Sebarkan Konten Positif di Sosmed

Kamis, 13/12/2018

Suasana Talk Show Pemilu 2019 oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Balikpapan dengan Tema Anak Muda dan Politik bertempat di Aula Aji Karang Melenu Kampus Universitas Balikpapan (13/12/2018) siang.

Berita Terkait


Generasi Milenial Harus Sebarkan Konten Positif di Sosmed

Suasana Talk Show Pemilu 2019 oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Balikpapan dengan Tema Anak Muda dan Politik bertempat di Aula Aji Karang Melenu Kampus Universitas Balikpapan (13/12/2018) siang.

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Banyaknya berita hoax yang beredar di media sosial menjadi kekhawatiran tersendiri khususnya untuk pemilih milenial yang erat dengan melek teknologi. Disisi lain menjadi rentan ketika kaum milenial menerima sepenuhnya konten yang beredar tanpa mencoba mengklarifikasi kebenarannya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Balikpapan Rizky Usman menuturkan peran kaum milenial khususnya mahasiswa dapat memberikan gagasan yang bersifat substantif. "Ini tugas kita untuk bisa mengatakan benar katakan benar dan salah katakan salah. Kondisi situasi politik sudah memanas kita harus bisa memberikan gagasan yang mengedepankan substantif bukan identitas seperti sekarang ini,"ungkapnya dalam kegiatan Talk Show Pemilu 2019 oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Balikpapan dengan Tema Anak Muda dan Politik bertempat di Aula Aji Karang Melenu Kampus Universitas Balikpapan (13/12/2018) siang tadi.

Usman sapaan akrabnya menyatakan,  saat ini elite politik mengedepankan politik identitas dan mendikotomi kepentingan golongan. "Secara elektoeral politik saat ini terdikotomi dan terjebak dengan kepentingan elit politik. Kita bahkan lupa sejarah dengan perjuangan apalagi rezim-rezim yang pernah ditumbangkan oleh anak muda khususnya Mahasiswa," tuturnya.

Sementara akademisi Universitas Balikpapan, Rendy Susiswo Ismail mengatakan peran pemuda sangat berpengaruh dalam menentukan arah Politik kebangsaan."Berbicara anak muda dan Politik itu berdasarkan pada politik kebangsaan yang bisa melekatkan dalam keindoensiaan adalah konsesus di mana konsesus nasional kita adalah Pancasila inilah yang mampu melekatkan  yang menjadi bangsa yang kuat," ungkap Rendy.

Terkait perpolitikan kekinian yang kian memanas dengan banyaknya berita hoax."Saya lihat dari beberapa aspek praktis tidak ada yang istimewa dalam politik saat ini, dinamika masih dalam batas-batas dan tidak membahayakan eksistensi kebangsaan. Jika ada yang berkembang di Medsos (hoax,Red) ya itu namanya politik praktis," paparnya.

Isu yang berkembang di Medsos akan hilang dengan sendirinya seiring selesainya kontestasi Capres dan Cawapres 2019."Kita lihat saja selesai Pemilu ini selesai juga berita seperti itu," ujar Rendy lagi.

Dari sisi hukum pihak Kepolisian dari Polda Kaltim juga terus melakukan upaya-upaya  baik preemtif maupun preventif agar suasana Pemilu 2019 dalam suasana kondusif. "Pelaksanaan pemilu tentu dengan menciptakan pemilu damai, aman dan sejuk. Upaya yang dilakukan bersama-sama terutama dengan menggandeng kaum milenial untuk bersama sama menciptakan kondisi yang aman," timpal AKP M. Rezsa A, S.H,S.I.K yang mewakili Polda Kaltim sebagai narasumber 

Menurutnya generasi milenial karakteristiknya berbeda dengan generasi X di mana dunia media sosial dapat menjangkau lebih jauh ketimbang generasi X yang mayoritas gagap teknologi. "Kaum milenial sangat berbeda dengan generasi X bahwa saat ini cukup dengan gadget generasi milenial bisa mengetahui seluruh perkembangan. Generasi milenial melek teknologi yang jauh lebih cerdas, kami percaya bahwa media sosial menjadi media efektif untuk menyebarkan konten positif bukan sebaliknya," pungkas Rezsa. (*)


Penulis: Yudi Hadi

Editor: Aspian Nur

 

Berita Terkait

Lokasi CFD Tenggarong Pindah Besok Pagi, SK2 Bakal Bagikan 200 Sapoh untuk Para Pedagang

Pj Gubernur Kaltim Pantau Banjir di Mahulu, Penyaluran Listrik, Bantuan Pangan dan Air Bersih jadi Prioritas Awal

Dukung Gerakan Literasi Desa, Paser Terima Mobil Pusling diJakarta

Warga RT 13 Kelurahan Baru, Tenggarong Berembuk Manfaatkan Dana Rp50 Juta

Setelah Balikpapan, Dinkes Kaltim Siap Vaksinasi Lima Ribu Anak di Kota Samarinda

Dinsos Kaltim Kirim 1.500 Paket ke Mahulu, Kemensos RI juga Segera Beri Bantuan

Ribuan Orang Hadiri Tabligh Akbar Ustaz Abdul Somad di Masjid Al Qadar Tenggarong Siang Tadi

Kecamatan Tabang Diterjang Banjir Imbas Hujan di Hulu Sungai Belayan, BPBD Kukar Turunkan Tim Pantau Potensi Banjir Kiriman dari Mahulu

Hendak Menyeberang Jalan Saat Banjir di Mahulu, Karyawan Warung PHP Sebenaq Meninggal Dunia Pagi Tadi

Aktivitas Warga di Ibu Kota Mahulu Mulai Normal Setelah Sempat Diterjang Banjir

Kerap Mencuri di Rumah Kosong, Warga Perum Handil Kopi Sambutan Diciduk Polisi

Pabrik Smelter di Sangasanga Kembali Terbakar, Tiga Orang Alami Luka-Luka

Proyek Peningkatan Sistem Drainase Perkotaan di Tanjung Redeb Habiskan Anggaran Rp23,7 Miliar

Pengembangan Lahan Kakao Berau Baru 500 Hektare, Kelompok Tani Diminta Tak Alih Fungsikan Lahan

Ketergantungan Kaltim pada Sektor Pertambangan jadi Sorotan

Petani Kakao di Berau Diminta Bermitra dengan Perusahaan

Libatkan 14 Perusahaan, Disnaker Samarinda Buka Job Fair Pekan Depan

Aplikasi Perjalanan Dinas Dikritisi Anggota DPRD Samarinda, Sebut Jalan-Jalan untuk Adopsi Tata Kota

Copyright © 2024 - Korankaltim.com

Tunggu sebentar ya. Kami sedang menyiapkannya untukmu.