Jumat, 17/05/2024

Hendak Menyeberang Jalan Saat Banjir di Mahulu, Karyawan Warung PHP Sebenaq Meninggal Dunia Pagi Tadi

Jumat, 17/05/2024

Korban jiwa pasca banjir di Mahulu yang berinisial M (50) dinyatakan meninggal dunia. (Foto: istimewa).

Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Hendak Menyeberang Jalan Saat Banjir di Mahulu, Karyawan Warung PHP Sebenaq Meninggal Dunia Pagi Tadi

Jumat, 17/05/2024

logo

Korban jiwa pasca banjir di Mahulu yang berinisial M (50) dinyatakan meninggal dunia. (Foto: istimewa).

Penulis: Julika Hengin

KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG -  Turunnya air di Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) pada Jumat (17/5/2024) pagi tadi setelah dilanda banjir sejak akhir pekan lalu justru menimbulkan korban jiwa.

Seorang pekerja di Warung PHP Mahulu dinyatakan meninggal dunia usai menyeberangi jalan yang masih tergenang banjir sekitar pukul 07.30 WITA pagi tadi. 

Hal itu diketahui setelah beredar kabar di grup WhatsApp (WA) dan WA story warga Mahulu, satu diantaranya  Sekretaris Desa Long Melaham Karel yang menulis dalam unggahan ceritanya di status WA pukul 10.13 WITA pagi tadi. 

"Percaya atau tidak percaya, setelah banjirnya surut ada korban jiwa. Kasihan anggota paklek pentol PHP yang tenggelam tadi pagi. Dibawa ke PKM tapi nyawanya tak tertolong," kata Karel. 

Korankaltim.com mengkonfirmasi kepada Kepala Pelaksana BPBD Mahulu Agus Darmawan melalui sambungan telepon seluler siang tadi yang mengakui memang ada yang kehilangan jiwa yaitu seorang pria bernama Wiyono, berusia 50 tahun.

Kronologi kejadiannya, saat itu Wiyono dan temannya hendak menyeberangi genangan banjir yang ada di Jalan Sebenaq Ujoh Bilang, tepatnya di depan kantor BPBD Mahulu.

"Mereka mau menyeberang menggunakan jerigen putih yang berukuran 20 liter. Ditengah perjalanan beliau (Wiyono) lemas hingga tak berdaya," ujar Agus.

Teman Wiyono berteriak meminta pertolongan dan Wiyono kemudian dibawa ke Puskesmas Ujoh Bilang namun ternyata  dinyatakan sudah meninggal dunia. 

Diakui Agus Darmawan banjir di kawasan BPBD Mahulu memang terpantau sangat deras dan berpotensi menyebabkan kecelakaan air. Diakuinya peristiwa yang menimpa karyawan warung makan PHP Sebenaq itu tak sempat terpantau dan dievakuasi timnya pagi tadi karena armada BPBD Mahulu sangat minim dan sedang membantu mengevakuasi  warga lain di Long Bagun dan Ujoh Bilang pasca banjir. "Mereka berdua nekat menyeberang tapi tujuan menyeberangnya ini yang belum diketahui karena saya belum dapat info," sebut Agus lagi. 

BPBD Mahulu belum mendapat informasi pasti apakah almarhum Wiyono  hendak menyeberang dari arah Ujoh Bilang ke Long Melaham (Lome) atau sebaliknya karena hal tersebut masih masih dalam proses penyelidikan Polres Mahulu. 

"Pihak keluarga almarhum sudah menghubungi kami meminta bantuan melakukan penguburan jadi kami sediakan satu mobil untuk membantu," paparnya.

Informasi tambahan, Jalan Sebenaq merupakan jalan yang ada di kawasan Kampung Ujoh Bilang atau lokasi perkampungan yang berada di tengah Kampung Long Melaham dan Ujoh Bilang.

Untuk menuju Ujoh Bilang atau sebaliknya, warga harus menempuh jarak selama kurang lebih 25 hingga 30 menit menggunakan kendaraan roda dua. Kawasan ini juga terkenal memiliki sejumlah anak sungai yang airnya mengalir ke induk Sungai Mahakam yang berada di kawasan Ujoh Bilang dan Long Melaham.


Editor: Aspian Nur

Hendak Menyeberang Jalan Saat Banjir di Mahulu, Karyawan Warung PHP Sebenaq Meninggal Dunia Pagi Tadi

Jumat, 17/05/2024

Korban jiwa pasca banjir di Mahulu yang berinisial M (50) dinyatakan meninggal dunia. (Foto: istimewa).

Berita Terkait


Tunggu sebentar ya. Kami sedang menyiapkannya untukmu.