Senin, 07/04/2025
Senin, 07/04/2025
Penumpang yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, harus dicek secara ketat karena dimungkinkan hadirnya pekerja illegal dari negeri tetangga. (dokkorankaltara)
Senin, 07/04/2025

Penumpang yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, harus dicek secara ketat karena dimungkinkan hadirnya pekerja illegal dari negeri tetangga. (dokkorankaltara)
KORANKALTIM.COM, NUNUKAN – Badan Pelindungan dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia Kalimantan Utara (BP3MI Kaltara) memberikan perhatian khusus kepada pendatang yang jumlahnya terus meningkat setelah Lebaran 2025 ke Kaltara saat ini.
Sampai saat ini sudah ada ribuan orang yang tiba di Nunukan sejak arus balik Lebaran dan momen ini kerap dimanfaatkan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang melakukan perjalanan non-prosedural alias illegal, hal mana yang membuat BP3MI Kaltara pun harus ketat melakukan pengawasan.
Kepala BP3MI Kaltara Kombes Pol Fj Ginting mengungkapkan hal ini. “Jadi momen seperti ini (mudik pasca Lebaran) biasanya dijadikan WNI (Warga Negara Indonesia) yang ingin menjadi PMI di Sabah, Malaysia secara illegal karena tahun 2024 lalu PMI non prosedural terbilang marak,” ungkap Ginting.
Biasanya, PMI yang sudah pulang mudik, namun saat ingin kembali ke Malaysia mereka membawa kerabat maupun keluarganya untuk bekerja disana. “Yang menjadi persoalan kebanyakan mereka menggunakan jalur non prosedural. Makanya, momen seperti ini sangat rawan PMI yang non prosedural,” sebutnya.
Namun begitu BP3MI Kaltara menyiapkan langkah antisipasi kedatangan PMI yang non procedural, diantaranya memaksimalkan kolaborasi dan giat bersama instansi terkait.
“Tentunya, dengan upaya preventif karena dengan langkah ini membuat tokoh agama, tokoh masyarakat dan instansi terkait lebih masif memberikan sosialisasi terkait hal ini,” jelasnya.
Langkah lain yang dilakukan yaitu berpatroli di pintu masuk unprosedural, kemudian memaksimalkan koordinasi dengan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dan Lanal Nunukan.
BP3MI Kaltara juga rutin melakukan represif terbatas bersama Criminal Justice System (CJS) dengan Tim Reserse Polres Nunukan. Hal ini mengurangi kemungkinan PMI non prosedural yang masuk melalui Nunukan. “Dengan turun ke Pelabuhan Tunon Taka Nunukan paling tidak dapat mengawasi langsung ketibaan penumpang di Nunukan,” tutup Ginting.
Editor: Aspian Nur
Senin, 07/04/2025
Penumpang yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, harus dicek secara ketat karena dimungkinkan hadirnya pekerja illegal dari negeri tetangga. (dokkorankaltara)
TERPOPULER