Selasa, 02/12/2025
Selasa, 02/12/2025
Bapenda Kukar terus memperkuat peran bersama dalam memunculkan inovasi baru untuk mendukung reformasi birokrasi untuk mendukung transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah (IST)
Selasa, 02/12/2025

Bapenda Kukar terus memperkuat peran bersama dalam memunculkan inovasi baru untuk mendukung reformasi birokrasi untuk mendukung transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah (IST)
TENGGARONG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kutai Kartanegara meluncurkan inovasi yang diberi nama “Optimis Digital” atau Optimalisasi Peminjaman Inventaris Digital.
Inovasi ini dalam upaya mendukung reformasi birokrasi berdampak dan transformasi digital di lingkungan pemerintahan daerah. Inovasi ini merupakan gagasan dari Kasubag Umum dan Ketatalaksanaan Bapenda Kukar Sri Fenti Widiyani yang disusun sebagai bagian dari Rancangan Aksi Perubahan (RAP) pada Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XXIV Tahun 2025, dengan mentor Sekretaris Bapenda Kukar Muhamad Japar, coach Ady Akhmad Ghazali dari BPSDM Provinsi Kaltim dan Penguji Ery Arifullah dari BPSDM Provinsi Kaltim.
Kepala Bapenda Kukar Bahari Joko Susilo melalui Sekretaris Bapenda, M Japar mengatakan program ‘Optimis Digital’ lahir dari kebutuhan untuk menyederhanakan proses peminjaman barang inventaris di lingkungan Bapenda Kukar yang selama ini masih dilakukan secara manual, menggunakan buku catatan dan formulir kertas.
Sistem konvensional tersebut kerap menimbulkan berbagai kendala, seperti data yang tidak teratur, keterlambatan pengembalian, hingga sulitnya pelacakan riwayat peminjaman barang.
“Selain mempercepat proses administrasi internal, inovasi ini juga berperan penting dalam mendukung penerapan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, yang menekankan pentingnya pencatatan dan pelaporan penggunaan aset secara tertib dan akuntabel,” katanya.
Secara jangka pendek, Optimis Digital diharapkan mampu menghapus sistem pencatatan berbasis kertas, mempercepat layanan, serta meningkatkan ketertiban administrasi aset. Sedangkan dalam jangka panjang, inovasi ini akan dikembangkan menjadi sistem inventarisasi terintegrasi dengan fitur pelaporan otomatis, dashboard pelacakan real-time, hingga QR Code, juga Radio Frequency Identification (RFID) untuk identifikasi barang milik daerah.
Melalui sistem berbasis Google Form dan Google Sheet, kini seluruh proses peminjaman dan pengembalian inventaris dapat dilakukan secara real-time, transparan, dan terdokumentasi secara otomatis. Pegawai cukup mengisi formulir digital yang akan langsung terhubung dengan database, sehingga petugas penanggung jawab dapat memantau status barang kapan saja dan di mana saja.
“Optimis Digital merupakan langkah nyata menuju tata kelola inventaris yang efisien, transparan, dan akuntabel. Dengan sistem ini, kami ingin menumbuhkan budaya kerja profesional dan berbasis data di lingkungan Bapenda,” ujar Sri Fenti Widiyani saat presentasi di hadapan penguji.
Melalui Optimis Digital, Bapenda Kukar menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, menghadirkan pelayanan internal yang modern, serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan aset pemerintah daerah di era digital.
Sementara itu, penguji dari BPSDM Provinsi Kaltim Ery Arifullah, memberikan apresiasi atas inovasi yang digagas.
“Kami berharap, setelah pelatihan ini berakhir, inovasi Optimis Digital tidak berhenti sebagai proyek perubahan semata, tetapi benar-benar diterapkan secara berkelanjutan di Bapenda Kukar dan bahkan bisa menjadi contoh untuk instansi lain di daerah,” pungkasnya.
Langkah digitalisasi ini juga sejalan dengan Asta Cita “Indonesia Maju Indonesia Emas”, khususnya poin ketiga, yakni ‘mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya’. (adv/hei/pmr)
Selasa, 02/12/2025
Bapenda Kukar terus memperkuat peran bersama dalam memunculkan inovasi baru untuk mendukung reformasi birokrasi untuk mendukung transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah (IST)
TERPOPULER