Legenda sepak bola dari Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Bontang serta beberapa daerah lainnya hadir di lapangan sejak pukul 19.00 WITA.
Mereka yang hadir diantaranya mantan pemain Putra Samarinda Hans Nuruwe Beslar, Yance Katehokang juga pemain yang pernah dilatih almarhum seperti Rully Padengke, Sultan Samma, Abdul Kadir dan pemain lainnya.
Enam tim berlaga pada charity match yang dihadiri keluarga almarhum Eddy Simon tersebut yang digelar sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhum untuk persepakbolaan di Benua Etam. Saat itu juga digelar penggalangan dana bagi keluarga almarhum. Enam tim galatua yang berlaga diantaranya SOS, Jurnalis FC, Merak FC, Soccer FC, BJ FC dan GAP FC.
Hariyadi, Ketua Panitia Laga Amal kepada Korankaltim.com malam tadi menjelaskan, Eddy Simon bukan hanya seorang pelatih, tetapi juga panutan dan orangtua untuk pemain dan insan sepak bola di Kaltim karena selalu memberikan motivasi dan semangat kepada anak asuhnya. “Kami menggagas laga amal ini untuk mengenang jasa beliau dan membantu keluarga yang ditinggalkan, kami berharap daerah lain seperti Balikpapan, Bontang dan Kutai Kartanegara juga bisa melakukan hal serupa karena almarhum selama hidupnya mendedikasikan diri untuk sepakbola di beberapa daerah di Kalimantan Timur,” ujar Hariyadi didampingi Sekretaris Asri Edo.
Mewakili JFC, Aspian Nur menambahkan Eddy Simon selama ini sangat dekat dengan jurnalis didaerah manapun dirinya melatih. “Beliau sangat membentu kerja wartawan di desk olahraga saat jadi pelatih di klub mana pun, selalu memberikan informasi akurat dan memudahkan kami yang kesehariannya meliput olahraga di lapangan,” ujar Aspian. “ Kami sangat kehilangan beliau,” imbuhnya.
Eddy Simon wafat dalam usia 70 tahun. Pria kelahiran Sangasanga, 10 November 1954 itu pernah melatih banyak klub diantaranya Persema Malang, Persita Tangerang, Persisam Putra Samarinda, PSIR Rembang, Persiba Balikpapan, PKT Bontang, Persepar Palangkaraya, tim PON Kaltim dan Mitra Kukar.
Editor: Aspian Nur