Gavin yang merupakan pemain keturunan Indonesia-Amerika Serikat termasuk dalam gerbong pemain muda berbakat di angkatan Terens Puhiri, menjalani karier juniornya di Rumania dan Jerman, lalu kembali ke Tanah Air di masa transisi sepak bola Indonesia.
Pemain berusia 28 tahun itu menjadi bagian Borneo FC saat menjuarai Piala Gubernur Kaltim 2016, Piala Bhayangkara, dan ISC A 2016 di level senior, juga berperan mengantar Borneo FC U-21 (saat itu PBFC U-21) menjadi peringkat ke-4 di kompetisi kategori usia di musim yang sama.
Karena ingin menambah jam bermain dan pengalaman, Gavin Kwan melanjutkan karier profesionalnya ke Barito Putera, Bali United dan musim lalu memperkuat Persis Solo. Pemain berposisi utama sebagai fullback kanan dan mampu bermain sebagai penyerang kanan dan kiri itu kembali ke rumah lamanya Borneo FC Samarinda untuk kompetisi Liga 1 musim 2024/2025.
Klub memagarinya dengan kontrak berdurasi 2 musim dan dikabarkan mendapat bayaran sekitar Rp2,17 Miliar berdasarkan data dari Transfermarkt. Kehadiran kembalinya bukan sekadar untuk bernostalgia karena Gavin bakal jadi pesaing serius Fajar Fathur Rahman, Ezzi Buffon dan Rizdjar Nurviat musim mendatang. Ini akan menjadi proyeksi yang bagus mengingat sejak awal, Gavin adalah tipe fullback modern, karena awalnya ia berposisi sebagai penyerang.
Sebelumnya Borneo FC sudah resmi mendapatkan tanda tangan pemain rekrutan anyar musim ini yaitu Ari Maring. Pemain 25 tahun tersebut akan memperkuat sektor penyerangan tim terutama di sisi kanan dan kiri yang ditinggal tiga pemain sekaligus di barisan penyerang yaitu Akhmad Nur Hardianto, Win Naing Tun dan Felipe Cadenazzi.
Klub melihat potensi besar dari sosok Ari Maring yang musim lalu membuat 5 gol dan 3 asis dari 17 laga di Liga 2 dan Playoff Promosi Liga 2 bersama PSIM Yogyakarta.
Ari Maring akan bergabung tiga musim dan manajemen tim berharap pemain kelahiran Aileu, Timor Leste (dulunya Indonesia) itu dapat memberi kontribusi positif. Dan turut menjadi bagian penting dalam proses mengukir sejarah, meraih bintang pertama Liga 1 musim depan.
Borneo FC sendiri sudah resmi mengumumkan perpisahan dengan gelandang Wiljan Pluim. "Terima kasih atas kerja keras Pluim di setengah musim ini, meskipun sebentar tapi bagi kami Pluim memberi kesan baik. Terutama pengalaman dia selama bermain bisa menularkan ke anak muda kita," tutur Farid, sekretaris tim melansir dari laman resmi klub Kamis (20/6/2024) hari ini.
Selama berseragam Borneo FC, Pluim catatkan 19 kali bermain dengan memberi kontribusi gol sebanyak 6 kali yang diantaranya adalah 5 gol dan 1 assist. Sebuah catatan yang cukup impresif ditengah badai cedera yang sempat menimpanya di penghujung reguler series.
Editor: Aspian Nur