Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kepanikan terjadi di kawasan tepian Sungai Mahakam, Teluk Lerong, Kecamatan Samarinda Ulu, usai dua bocah laki-laki dilaporkan tenggelam pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 16.45 Wita.
2 menit baca1 kali dibaca

Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kepanikan terjadi di kawasan tepian Sungai Mahakam, Teluk Lerong, Kecamatan Samarinda Ulu, usai dua bocah laki-laki dilaporkan tenggelam pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 16.45 Wita.
Salah seorang di antaranya bahkan sempat melambaikan tangan dari permukaan air untuk meminta pertolongan, sebelum akhirnya keduanya hilang dari pandangan di sekitar Cafe Teluk Lerong.
Seorang saksi mata bernama Ikhsan mengaku awalnya melihat kedua anak itu berada di antara bebatuan tidak jauh dari tepian sungai.
Saat pertama kali diamati, keduanya masih berdiri di area dengan ketinggian air sekitar selutut. Namun, beberapa saat kemudian, salah seorang anak mulai terlihat kesulitan mempertahankan diri di dalam air.
Ikhsan mengatakan, dari kejauhan dirinya masih dapat melihat kepala dan tangan korban muncul di permukaan sebelum akhirnya menghilang.
“Sempat tadi khusus dengan melambai-lambai,” ujar Ikhsan saat menceritakan kejadian tersebut.
Ia menuturkan, ketika kejadian berlangsung, dirinya sedang mempersiapkan kursi untuk bekerja di sekitar lokasi. Awalnya, kedua anak tersebut terlihat masih berdiri di sekitar bebatuan yang sebagian terendam air.
“Dia masih berdiri. Batu kan masih ada dekat air. Pokoknya airnya sudah sekaki. Dia masih berdiri berdua itu,” katanya.
Namun, situasi berubah ketika salah seorang anak mulai terlihat tenggelam. Ikhsan memperkirakan posisi korban saat itu sudah agak ke tengah sungai.
“Dia sudah sisa kepala sama tangannya di sini,” ucapnya.
Terpisah, Koordinator Pos SAR Basarnas Samarinda, Aries Setiawan, membenarkan adanya laporan dugaan dua anak tenggelam di kawasan tersebut. Informasi awal diterima dari saksi yang melihat langsung kejadian.
“Ini indikasinya untuk sementara, dapat kami informasikan sementara dugaan ada dua anak yang tenggelam berdasarkan dari saksi yang menyampaikan,” kata Aries.
Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi, salah seorang anak sempat mengangkat tangan ke permukaan air. Petugas parkir yang mengetahui kejadian itu kemudian berupaya mendatangi lokasi. Namun, saat tiba, anak lainnya juga sudah terlihat tenggelam.
Laporan kejadian diterima Basarnas dari Pamapta Samarinda, Pak Wahyu. Setelah mendapatkan informasi, tim SAR langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan.
Aries menjelaskan, pencarian belum dapat dilakukan secara langsung karena keterbatasan jarak pandang di perairan. Untuk sementara, petugas melakukan pemantauan dari darat dengan bantuan penerangan.
“Untuk saat ini kami tidak bisa melaksanakan pencarian karena keterbatasan jarak pandang. Jadi, kami bersama unsur SAR gabungan yang ada di lapangan melaksanakan pemantauan di darat menggunakan pencahayaan,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Salah seorang di antaranya bahkan sempat melambaikan tangan dari permukaan air untuk meminta pertolongan, sebelum akhirnya keduanya hilang dari pandangan di sekitar Cafe Teluk Lerong.
Seorang saksi mata bernama Ikhsan mengaku awalnya melihat kedua anak itu berada di antara bebatuan tidak jauh dari tepian sungai.
Saat pertama kali diamati, keduanya masih berdiri di area dengan ketinggian air sekitar selutut. Namun, beberapa saat kemudian, salah seorang anak mulai terlihat kesulitan mempertahankan diri di dalam air.
Ikhsan mengatakan, dari kejauhan dirinya masih dapat melihat kepala dan tangan korban muncul di permukaan sebelum akhirnya menghilang.

“Sempat tadi khusus dengan melambai-lambai,” ujar Ikhsan saat menceritakan kejadian tersebut.
Ia menuturkan, ketika kejadian berlangsung, dirinya sedang mempersiapkan kursi untuk bekerja di sekitar lokasi. Awalnya, kedua anak tersebut terlihat masih berdiri di sekitar bebatuan yang sebagian terendam air.
“Dia masih berdiri. Batu kan masih ada dekat air. Pokoknya airnya sudah sekaki. Dia masih berdiri berdua itu,” katanya.
Namun, situasi berubah ketika salah seorang anak mulai terlihat tenggelam. Ikhsan memperkirakan posisi korban saat itu sudah agak ke tengah sungai.
“Dia sudah sisa kepala sama tangannya di sini,” ucapnya.
Terpisah, Koordinator Pos SAR Basarnas Samarinda, Aries Setiawan, membenarkan adanya laporan dugaan dua anak tenggelam di kawasan tersebut. Informasi awal diterima dari saksi yang melihat langsung kejadian.
“Ini indikasinya untuk sementara, dapat kami informasikan sementara dugaan ada dua anak yang tenggelam berdasarkan dari saksi yang menyampaikan,” kata Aries.
Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi, salah seorang anak sempat mengangkat tangan ke permukaan air. Petugas parkir yang mengetahui kejadian itu kemudian berupaya mendatangi lokasi. Namun, saat tiba, anak lainnya juga sudah terlihat tenggelam.
Laporan kejadian diterima Basarnas dari Pamapta Samarinda, Pak Wahyu. Setelah mendapatkan informasi, tim SAR langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan.
Aries menjelaskan, pencarian belum dapat dilakukan secara langsung karena keterbatasan jarak pandang di perairan. Untuk sementara, petugas melakukan pemantauan dari darat dengan bantuan penerangan.
“Untuk saat ini kami tidak bisa melaksanakan pencarian karena keterbatasan jarak pandang. Jadi, kami bersama unsur SAR gabungan yang ada di lapangan melaksanakan pemantauan di darat menggunakan pencahayaan,” pungkasnya.
Editor: Erwin






1.226 kali dibaca


1.010 kali dibaca
Pusat gempa berada di darat 40 km timur laut Sigi
04 Nov 2026, 14:56:34 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG