Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kepulan asap dari kebakaran lahan muncul di kawasan Jalan Terong, Perumahan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda Sabtu (24/10/2026) sore tadi.
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kepulan asap dari kebakaran lahan muncul di kawasan Jalan Terong, Perumahan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda Sabtu (24/10/2026) sore tadi.
Tak hanya mengancam permukiman warga ,ditengah upaya menjinakkan api yang sempat mendekati rumah penduduk, empat relawan mengalami sesak napas akibat paparan asap. Satu orang diantaranya harus dievakuasi menggunakan ambulans sedangkan tiga lainnya mendapat penanganan di lokasi.
Pengolah Data dan Informasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda Wahyudi Hussein mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 16.20 WITA. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.
“Posisi awal itu mendekati Perumahan Terong 1 sekitar 20 meter, tapi Alhamdulillah sudah mulai teratasi,” ujar Wahyudi saat diwawancarai di lokasi kejadian sore tadi.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas harus menjangkau titik api melalui akses yang cukup jauh dari jalan utama. Selain itu, terdapat jembatan kecil yang menjadi jalur menuju lokasi kebakaran sehingga menyulitkan mobilisasi personel dan peralatan.
“Kendala terberat ya posisi agak jauh. Memang dekat dari perumahan, cuma ke TKP-nya agak jauh karena akses jembatan kecil,” jelasnya.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Disdamkarmat Samarinda mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam. Dua unit berasal dari Posko 2, sedangkan satu unit lainnya dari Posko 3.
Ditengah upaya pemadaman, empat relawan mengalami gangguan pernapasan setelah terpapar asap. Seorang relawan harus dievakuasi menggunakan ambulans, sementara tiga lainnya menepi dan mendapat pertolongan dari sesama relawan serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda.
“Untuk kondisi relawan yang dievakuasi menggunakan ambulans, informasi lebih lanjut belum kami terima. Kejadian ini menjadi perhatian karena paparan asap saat pemadaman dapat mengganggu pernapasan dan membahayakan keselamatan petugas maupun relawan di lapangan,"
Sementara itu penyebab kebakaran berdasarkan informasi awal warga menurut Wahyudi api diduga berasal dari aktivitas pembakaran oleh seseorang yang sedang memancing di tepi sungai. Namun, dugaan tersebut belum dipastikan.
“Info sementara dari masyarakat itu ada yang bakar dari pemancing di pinggir sungai di sebelah. Jadi mereka pas ketahuan lari,” ungkapnya.
Dalam proses pemadaman, petugas menyuplai air menggunakan unit tangki. Relawan juga memanfaatkan tandon air milik warga di sekitar lokasi untuk membantu mengendalikan api.
“Untuk sementara teknik pemadaman kita lakukan penyuplaian dari unit tangki, sedangkan relawan posisi kebetulan ada unit-unit, ada tandon-tandon masyarakat,” pungkas Wahyudi
Editor: Aspian Nur
Tak hanya mengancam permukiman warga ,ditengah upaya menjinakkan api yang sempat mendekati rumah penduduk, empat relawan mengalami sesak napas akibat paparan asap. Satu orang diantaranya harus dievakuasi menggunakan ambulans sedangkan tiga lainnya mendapat penanganan di lokasi.
Pengolah Data dan Informasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda Wahyudi Hussein mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 16.20 WITA. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.
“Posisi awal itu mendekati Perumahan Terong 1 sekitar 20 meter, tapi Alhamdulillah sudah mulai teratasi,” ujar Wahyudi saat diwawancarai di lokasi kejadian sore tadi.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas harus menjangkau titik api melalui akses yang cukup jauh dari jalan utama. Selain itu, terdapat jembatan kecil yang menjadi jalur menuju lokasi kebakaran sehingga menyulitkan mobilisasi personel dan peralatan.

“Kendala terberat ya posisi agak jauh. Memang dekat dari perumahan, cuma ke TKP-nya agak jauh karena akses jembatan kecil,” jelasnya.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Disdamkarmat Samarinda mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam. Dua unit berasal dari Posko 2, sedangkan satu unit lainnya dari Posko 3.
Ditengah upaya pemadaman, empat relawan mengalami gangguan pernapasan setelah terpapar asap. Seorang relawan harus dievakuasi menggunakan ambulans, sementara tiga lainnya menepi dan mendapat pertolongan dari sesama relawan serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda.
“Untuk kondisi relawan yang dievakuasi menggunakan ambulans, informasi lebih lanjut belum kami terima. Kejadian ini menjadi perhatian karena paparan asap saat pemadaman dapat mengganggu pernapasan dan membahayakan keselamatan petugas maupun relawan di lapangan,"

Sementara itu penyebab kebakaran berdasarkan informasi awal warga menurut Wahyudi api diduga berasal dari aktivitas pembakaran oleh seseorang yang sedang memancing di tepi sungai. Namun, dugaan tersebut belum dipastikan.
“Info sementara dari masyarakat itu ada yang bakar dari pemancing di pinggir sungai di sebelah. Jadi mereka pas ketahuan lari,” ungkapnya.
Dalam proses pemadaman, petugas menyuplai air menggunakan unit tangki. Relawan juga memanfaatkan tandon air milik warga di sekitar lokasi untuk membantu mengendalikan api.
“Untuk sementara teknik pemadaman kita lakukan penyuplaian dari unit tangki, sedangkan relawan posisi kebetulan ada unit-unit, ada tandon-tandon masyarakat,” pungkas Wahyudi

Editor: Aspian Nur










Pusat gempa berada di darat 6 km BaratLaut Lebong
22 Okt 2026, 17:57:49 WIB • Kedalaman 120 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG