Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah kekhawatiran memburuknya kualitas udara akibat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketua Info Taruna Samarinda Joko Iswanto biasa disapa jokis mengatakan, aksi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan dan dampak karhutla yang dirasakan masyarakat.
“Pembagian masker ini merupakan bentuk perhatian dan keprihatinan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi serta dampak kabut asap terhadap masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu warga mendapatkan masker, tetapi juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan di tengah ancaman polusi udara.
Sebanyak 16.500 masker yang dibagikan merupakan hasil donasi dari berbagai pihak. Dukungan komunitas bikers, relawan, dan masyarakat Samarinda menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.
“Masker ini terkumpul dari donasi para bikers, relawan, serta masyarakat Kota Samarinda yang peduli terhadap kesehatan masyarakat,” kata Joko.
Pembagian masker di sejumlah sekolah juga menjadi perhatian tersendiri. Pelajar termasuk kelompok yang perlu dilindungi ketika kualitas udara memburuk, mengingat paparan asap dapat memicu iritasi dan gangguan saluran pernapasan.
Meski demikian, penggunaan masker bukan satu-satunya langkah perlindungan dari kabut asap. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menutup ventilasi saat udara luar tercemar, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan yang memburuk.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pembagian masker dapat membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap sekaligus meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga kesehatan selama karhutla masih terjadi,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah kekhawatiran memburuknya kualitas udara akibat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketua Info Taruna Samarinda Joko Iswanto biasa disapa jokis mengatakan, aksi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan dan dampak karhutla yang dirasakan masyarakat.
“Pembagian masker ini merupakan bentuk perhatian dan keprihatinan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi serta dampak kabut asap terhadap masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu warga mendapatkan masker, tetapi juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan di tengah ancaman polusi udara.
Sebanyak 16.500 masker yang dibagikan merupakan hasil donasi dari berbagai pihak. Dukungan komunitas bikers, relawan, dan masyarakat Samarinda menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.
“Masker ini terkumpul dari donasi para bikers, relawan, serta masyarakat Kota Samarinda yang peduli terhadap kesehatan masyarakat,” kata Joko.
Pembagian masker di sejumlah sekolah juga menjadi perhatian tersendiri. Pelajar termasuk kelompok yang perlu dilindungi ketika kualitas udara memburuk, mengingat paparan asap dapat memicu iritasi dan gangguan saluran pernapasan.
Meski demikian, penggunaan masker bukan satu-satunya langkah perlindungan dari kabut asap. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menutup ventilasi saat udara luar tercemar, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan yang memburuk.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pembagian masker dapat membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap sekaligus meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga kesehatan selama karhutla masih terjadi,” pungkasnya.
Editor: Erwin