Proyek tersebut dirancang untuk mengurangi genangan yang kerap melanda kawasan Jalan Pasundan dan Jalan Gunung Cermai, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Darmadi mengungkapkan, pengerjaan fisik kini difokuskan pada segmen Jalan Cermai serta pembangunan rumah pompa di tepi Sungai Mahakam.
“Kita masih ada pekerjaan di segmen Jalan Cermai, kemudian nanti di dekat Sungai Mahakam ada rumah pompa,” kata Darmadi, Kamis (22/10/2026).
Darmadi tak menampik jika pengerjaan proyek ini sempat mengalami hambatan teknis yang memakan waktu cukup lama, yakni pada proses relokasi jaringan pipa milik Perumda Tirta Kencana di area persimpangan.
“Kemarin agak terhambat karena terkait relokasi pipa Perumda Tirta Kencana di simpang itu. Itu memakan waktu hampir satu bulan lebih. Sekarang kita tinggal mengejar pekerjaan yang ada,” jelasnya.
Sesuai kontrak kerja, seluruh rangkaian proyek ini ditargetkan tuntas pada Desember 2026, tepatnya sekitar minggu kedua atau ketiga. Kendati demikian, PUPR Samarinda terus memantau situasi di lapangan guna mengantisipasi potensi kendala teknis tambahan.
“Untuk keseluruhan, kita melihat kondisi di lapangan karena belum tahu apakah nanti ada kendala lain,” tambah Darmadi.
Sebagai informasi, saluran sodetan dengan panjang sekitar 197,7 meter ini akan mengalirkan luapan air langsung menuju Sungai Mahakam. Keberadaan rumah pompa yang disiagakan di muara saluran berfungsi mempercepat pembuangan air, terutama saat kondisi muka air sungai sedang tinggi.
Menyadari pengerjaan proyek di kawasan padat lalu lintas dan komersial seperti Jalan Cermai serta sekitar Teras Samarinda mengganggu kenyamanan warga maupun pelaku usaha, pihak PUPR memohon pengertian publik.
“Pertama, kami mohon maaf mungkin terganggu untuk lalu lintasnya. Utamanya di Cermai itu ada beberapa usaha yang terdampak. Mohon bersabar, ini untuk kebaikan kita semua,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Proyek tersebut dirancang untuk mengurangi genangan yang kerap melanda kawasan Jalan Pasundan dan Jalan Gunung Cermai, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Darmadi mengungkapkan, pengerjaan fisik kini difokuskan pada segmen Jalan Cermai serta pembangunan rumah pompa di tepi Sungai Mahakam.
“Kita masih ada pekerjaan di segmen Jalan Cermai, kemudian nanti di dekat Sungai Mahakam ada rumah pompa,” kata Darmadi, Kamis (22/10/2026).
Darmadi tak menampik jika pengerjaan proyek ini sempat mengalami hambatan teknis yang memakan waktu cukup lama, yakni pada proses relokasi jaringan pipa milik Perumda Tirta Kencana di area persimpangan.
“Kemarin agak terhambat karena terkait relokasi pipa Perumda Tirta Kencana di simpang itu. Itu memakan waktu hampir satu bulan lebih. Sekarang kita tinggal mengejar pekerjaan yang ada,” jelasnya.
Sesuai kontrak kerja, seluruh rangkaian proyek ini ditargetkan tuntas pada Desember 2026, tepatnya sekitar minggu kedua atau ketiga. Kendati demikian, PUPR Samarinda terus memantau situasi di lapangan guna mengantisipasi potensi kendala teknis tambahan.
“Untuk keseluruhan, kita melihat kondisi di lapangan karena belum tahu apakah nanti ada kendala lain,” tambah Darmadi.
Sebagai informasi, saluran sodetan dengan panjang sekitar 197,7 meter ini akan mengalirkan luapan air langsung menuju Sungai Mahakam. Keberadaan rumah pompa yang disiagakan di muara saluran berfungsi mempercepat pembuangan air, terutama saat kondisi muka air sungai sedang tinggi.
Menyadari pengerjaan proyek di kawasan padat lalu lintas dan komersial seperti Jalan Cermai serta sekitar Teras Samarinda mengganggu kenyamanan warga maupun pelaku usaha, pihak PUPR memohon pengertian publik.
“Pertama, kami mohon maaf mungkin terganggu untuk lalu lintasnya. Utamanya di Cermai itu ada beberapa usaha yang terdampak. Mohon bersabar, ini untuk kebaikan kita semua,” pungkasnya.
Editor: Erwin