Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pemprov Kaltim kini masih memproses pengisian sejumlah jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum terisi secara definitif.
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pemprov Kaltim kini masih memproses pengisian sejumlah jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum terisi secara definitif.
Gubernur Kaltim sebelumnya telah melakukan pelantikan sebanyak empat kali untuk jabatan Tinggi Pratama atau Eselon II dilingkungan Pemprov Kaltim.
Dari pelantikan tersebut kini menyisakan sembilan kursi kepala OPD yang kosong atau lowong dan masih dijabat oleh pejabat berstatus Pelaksana Tugas (Plt).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Yuli Fitrianti, menyampaikan bahwa pengisian jabatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui mekanisme manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN).
Ia mengatakan, proses pengisian jabatan masih berjalan dan melibatkan tim manajemen talenta yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni.
“Untuk pengisian selanjutnya, kita berproses melalui manajemen talenta. Ini masih dalam proses dan tetap dibahas bersama tim penilai serta tim manajemen talenta,” ujar Yuli, Jumat (23/10/2026).
Ia menegaskan, belum terisinya sejumlah jabatan kepala OPD bukan disebabkan adanya hambatan administratif. Saat ini, Pemprov Kaltim kata Yuli, masih memperkuat penerapan manajemen talenta untuk memastikan pejabat yang dipilih sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Salah satu tahapan yang menjadi perhatian adalah profiling ASN atau pemetaan kompetensi dan potensi pegawai. Melalui proses tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi kandidat yang berpeluang menduduki jabatan tertentu,” ucapnya.
Lalu dari hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan jabatan yang akan diisi terlebih dahulu. Sebab menurut Yuli, tidak semua posisi kosong dapat langsung diisi tanpa mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan kualifikasi calon pejabat.
“Setiap jabatan memiliki karakteristik dan persyaratan berbeda. Sejumlah posisi membutuhkan pejabat dengan pengalaman, kemampuan teknis, serta jaringan kerja yang memadai untuk menjalankan tugas secara optimal,” katanya.
Oleh karena itu, pengisian jabatan ungkapnya, tidak semata-mata didasarkan pada ketersediaan kandidat, tetapi juga kesesuaian kompetensi dan pengalaman dengan tanggung jawab jabatan yang akan diemban.
“Kalau sudah kita dapatkan jabatan yang lowong dan menjadi target, itu nanti yang akan kita fokuskan untuk pengisian melalui manajemen talenta,” tuturnya.
Berikut daftar sembilan jabatan Eselon II yang kosong dilingkungan Pemprov Kaltim :
1. Kepala Dinas Perkebunan (Disbun)
2. Kepala Biro Adpim Setdaprov Kaltim
3. Kepala Kesbangpol Kaltim
4. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)
5. Kepala Biro POD Setdaprov Kaltim
6. Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adbang)
7. Biro Kesra Setdaprov Kaltim
8. Sekretaris DPRD Kaltim
9. Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Editor: Erwin
Gubernur Kaltim sebelumnya telah melakukan pelantikan sebanyak empat kali untuk jabatan Tinggi Pratama atau Eselon II dilingkungan Pemprov Kaltim.
Dari pelantikan tersebut kini menyisakan sembilan kursi kepala OPD yang kosong atau lowong dan masih dijabat oleh pejabat berstatus Pelaksana Tugas (Plt).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Yuli Fitrianti, menyampaikan bahwa pengisian jabatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui mekanisme manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN).
Ia mengatakan, proses pengisian jabatan masih berjalan dan melibatkan tim manajemen talenta yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni.

“Untuk pengisian selanjutnya, kita berproses melalui manajemen talenta. Ini masih dalam proses dan tetap dibahas bersama tim penilai serta tim manajemen talenta,” ujar Yuli, Jumat (23/10/2026).
Ia menegaskan, belum terisinya sejumlah jabatan kepala OPD bukan disebabkan adanya hambatan administratif. Saat ini, Pemprov Kaltim kata Yuli, masih memperkuat penerapan manajemen talenta untuk memastikan pejabat yang dipilih sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Salah satu tahapan yang menjadi perhatian adalah profiling ASN atau pemetaan kompetensi dan potensi pegawai. Melalui proses tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi kandidat yang berpeluang menduduki jabatan tertentu,” ucapnya.
Lalu dari hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan jabatan yang akan diisi terlebih dahulu. Sebab menurut Yuli, tidak semua posisi kosong dapat langsung diisi tanpa mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan kualifikasi calon pejabat.

“Setiap jabatan memiliki karakteristik dan persyaratan berbeda. Sejumlah posisi membutuhkan pejabat dengan pengalaman, kemampuan teknis, serta jaringan kerja yang memadai untuk menjalankan tugas secara optimal,” katanya.
Oleh karena itu, pengisian jabatan ungkapnya, tidak semata-mata didasarkan pada ketersediaan kandidat, tetapi juga kesesuaian kompetensi dan pengalaman dengan tanggung jawab jabatan yang akan diemban.
“Kalau sudah kita dapatkan jabatan yang lowong dan menjadi target, itu nanti yang akan kita fokuskan untuk pengisian melalui manajemen talenta,” tuturnya.
Berikut daftar sembilan jabatan Eselon II yang kosong dilingkungan Pemprov Kaltim :







1. Kepala Dinas Perkebunan (Disbun)
2. Kepala Biro Adpim Setdaprov Kaltim
3. Kepala Kesbangpol Kaltim
4. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)
5. Kepala Biro POD Setdaprov Kaltim
6. Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adbang)
7. Biro Kesra Setdaprov Kaltim
8. Sekretaris DPRD Kaltim
9. Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Editor: Erwin



Pusat gempa berada di darat 6 km BaratLaut Lebong
22 Okt 2026, 17:57:49 WIB • Kedalaman 120 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG