Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, melantik sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama atau Eselon II dan 24 pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Kaltim di Gedung Odah Etam, Selasa (20/10/2026).
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, melantik sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama atau Eselon II dan 24 pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Kaltim di Gedung Odah Etam, Selasa (20/10/2026).
Pelantikan tersebut dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta sebagai bagian dari penerapan sistem merit dalam pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN).
Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan, Rudy menekankan bahwa jabatan bukan sekadar posisi maupun hak yang melekat pada seorang ASN.
Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta menjadi ujian terhadap integritas setiap pejabat.
“Jabatan ini bukanlah pemberian, jabatan ini bukanlah hak, dan juga bukan tempat untuk mencari kenyamanan. Jabatan ini adalah amanah dan tanggung jawab, sekaligus ujian daripada integritas,” ujar Rudy.
Dia juga menjelaskan, penempatan para pejabat telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Bahkan proses tersebut menjadi bagian dari tugas untuk memperkaya pengalaman, meningkatkan kompetensi, serta mendukung pengembangan karier ASN.
Selain itu Rudy menyebut, proses pelantikan telah mengikuti ketentuan yang berlaku dan mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Melalui mekanisme manajemen talenta, kita ingin penempatan pejabat dapat mendukung peningkatan kinerja birokrasi di lingkungan Pemprov Kaltim,” ucapnya.
Kemudian kepada sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik, Rudy meminta agar seluruh jajaran bekerja dalam satu garis kebijakan.
Setiap pejabat menurutnya harus mampu menjalankan program pemerintah daerah dan memastikan kebijakan yang dilaksanakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rudy juga mengingatkan, agar pejabat tidak hanya berorientasi pada penyusunan laporan administratif. Menurutnya, birokrasi membutuhkan aparatur yang mampu mengambil keputusan dengan cepat, berani bertanggung jawab, dan sigap menyelesaikan persoalan di lapangan.
“Kita tidak membutuhkan pejabat yang hanya pandai membuat laporan atau hanya menunggu instruksi. Kita membutuhkan pejabat yang cepat mengambil keputusan, berani bertanggung jawab, berani menanggung risiko, mampu menyelesaikan masalah, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan,” katanya.
Sembilan pejabat Eselon II yang dilantik yakni:
1. Mohammad Irfan Prananta, jabatan baru Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.
2. Irhamsyah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat.
3. Armin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
4. Doni Fahroni, Kepala Dinas Kehutanan.
5. Yuli Fitrianti, Kepala Badan Kepegawaian Daerah.
6. Andi Muhammad Arpan, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa.
7. Astri Intan Nirwany, Kepala Biro Umum.
8. Mulyono, Wakil Direktur Penunjang pada RSUD Abdul Wahab Sjahranie.
9. Syamsul Hadi, Wakil Direktur Umum dan Keuangan pada RSUD Dokter Kanujoso Djatiwibowo.
Editor: Erwin
Pelantikan tersebut dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta sebagai bagian dari penerapan sistem merit dalam pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN).
Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan, Rudy menekankan bahwa jabatan bukan sekadar posisi maupun hak yang melekat pada seorang ASN.
Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta menjadi ujian terhadap integritas setiap pejabat.
“Jabatan ini bukanlah pemberian, jabatan ini bukanlah hak, dan juga bukan tempat untuk mencari kenyamanan. Jabatan ini adalah amanah dan tanggung jawab, sekaligus ujian daripada integritas,” ujar Rudy.

Dia juga menjelaskan, penempatan para pejabat telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Bahkan proses tersebut menjadi bagian dari tugas untuk memperkaya pengalaman, meningkatkan kompetensi, serta mendukung pengembangan karier ASN.
Selain itu Rudy menyebut, proses pelantikan telah mengikuti ketentuan yang berlaku dan mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Melalui mekanisme manajemen talenta, kita ingin penempatan pejabat dapat mendukung peningkatan kinerja birokrasi di lingkungan Pemprov Kaltim,” ucapnya.
Kemudian kepada sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik, Rudy meminta agar seluruh jajaran bekerja dalam satu garis kebijakan.
Setiap pejabat menurutnya harus mampu menjalankan program pemerintah daerah dan memastikan kebijakan yang dilaksanakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rudy juga mengingatkan, agar pejabat tidak hanya berorientasi pada penyusunan laporan administratif. Menurutnya, birokrasi membutuhkan aparatur yang mampu mengambil keputusan dengan cepat, berani bertanggung jawab, dan sigap menyelesaikan persoalan di lapangan.
“Kita tidak membutuhkan pejabat yang hanya pandai membuat laporan atau hanya menunggu instruksi. Kita membutuhkan pejabat yang cepat mengambil keputusan, berani bertanggung jawab, berani menanggung risiko, mampu menyelesaikan masalah, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan,” katanya.
Sembilan pejabat Eselon II yang dilantik yakni:
1. Mohammad Irfan Prananta, jabatan baru Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.
2. Irhamsyah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat.
3. Armin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
4. Doni Fahroni, Kepala Dinas Kehutanan.
5. Yuli Fitrianti, Kepala Badan Kepegawaian Daerah.
6. Andi Muhammad Arpan, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa.
7. Astri Intan Nirwany, Kepala Biro Umum.
8. Mulyono, Wakil Direktur Penunjang pada RSUD Abdul Wahab Sjahranie.
9. Syamsul Hadi, Wakil Direktur Umum dan Keuangan pada RSUD Dokter Kanujoso Djatiwibowo.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di laut 6 km Barat Laut Pulau Saringi
20 Okt 2026, 18:28:11 WIB • Kedalaman 15 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG