Api yang semula membakar satu rumah kemudian membesar hingga berdampak pada tiga bangunan.
Saksi mata Haris mengatakan, asap pertama kali terlihat sekitar pukul 05.00 Wita. Tak lama setelah itu, api mulai membesar dari bagian bawah rumah dan menjalar ke bagian atas hingga melahap bangunan tersebut.
“Awalnya ada asap dari bagian tengah rumah. Kemudian api muncul dari bawah ke atas, satu rumah habis, setelah itu menjalar ke rumah-rumah lain,” ujar Haris.
Menurutnya, kobaran api sempat merambat hingga ke rumah yang berada di seberang lokasi kejadian. Namun, warga bergerak cepat melakukan upaya pemadaman sehingga api berhasil dihalau dan tidak sampai membakar bangunan tersebut.
“Api tadi sempat menyeberang ke rumah depan, tetapi sudah sempat kami padamkan. Berhasil dihalau, jadi tidak sampai kena rumah yang di depan,” jelasnya.
Haris menyebut rumah yang pertama kali terbakar diketahui disewa oleh seseorang bernama Erna. Saat kejadian, penghuni rumah tersebut tidak berada di lokasi karena sedang tinggal di rumah orang tuanya di kawasan Samarinda Seberang.
Sementara itu, Narahubung Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda Hery Suhendra mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran di Jalan Cipto Mangunkusumo sekitar pukul 16.30 Wita.
“Berdasarkan penghitungan sementara, ada tiga bangunan yang terdampak kebakaran. Dua bangunan berada di Gang Tutup, sedangkan satu bangunan lainnya berada di gang sebelah,” kata Hery.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Disdamkarmat Kota Samarinda mengerahkan sekitar empat unit armada dari Posko 9 sebagai posko wilayah dan bantuan Posko 5. Proses penanganan berlangsung sekitar 45 menit.
Hery mengatakan, petugas tidak mengalami kendala berarti selama proses pemadaman. Ketersediaan sumber air di sekitar lokasi turut membantu kelancaran penanganan kebakaran.
“Alhamdulillah, tidak ada kendala di lapangan karena sumber air juga tersedia di tempat kejadian perkara,” tutur Hery.
Terkait penyebab kebakaran, Hery menegaskan bahwa hal tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Adapun jumlah bangunan yang terdampak masih berdasarkan pendataan sementara petugas.
Editor: Erwin
Api yang semula membakar satu rumah kemudian membesar hingga berdampak pada tiga bangunan.
Saksi mata Haris mengatakan, asap pertama kali terlihat sekitar pukul 05.00 Wita. Tak lama setelah itu, api mulai membesar dari bagian bawah rumah dan menjalar ke bagian atas hingga melahap bangunan tersebut.
“Awalnya ada asap dari bagian tengah rumah. Kemudian api muncul dari bawah ke atas, satu rumah habis, setelah itu menjalar ke rumah-rumah lain,” ujar Haris.
Menurutnya, kobaran api sempat merambat hingga ke rumah yang berada di seberang lokasi kejadian. Namun, warga bergerak cepat melakukan upaya pemadaman sehingga api berhasil dihalau dan tidak sampai membakar bangunan tersebut.
“Api tadi sempat menyeberang ke rumah depan, tetapi sudah sempat kami padamkan. Berhasil dihalau, jadi tidak sampai kena rumah yang di depan,” jelasnya.
Haris menyebut rumah yang pertama kali terbakar diketahui disewa oleh seseorang bernama Erna. Saat kejadian, penghuni rumah tersebut tidak berada di lokasi karena sedang tinggal di rumah orang tuanya di kawasan Samarinda Seberang.
Sementara itu, Narahubung Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda Hery Suhendra mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran di Jalan Cipto Mangunkusumo sekitar pukul 16.30 Wita.
“Berdasarkan penghitungan sementara, ada tiga bangunan yang terdampak kebakaran. Dua bangunan berada di Gang Tutup, sedangkan satu bangunan lainnya berada di gang sebelah,” kata Hery.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Disdamkarmat Kota Samarinda mengerahkan sekitar empat unit armada dari Posko 9 sebagai posko wilayah dan bantuan Posko 5. Proses penanganan berlangsung sekitar 45 menit.
Hery mengatakan, petugas tidak mengalami kendala berarti selama proses pemadaman. Ketersediaan sumber air di sekitar lokasi turut membantu kelancaran penanganan kebakaran.
“Alhamdulillah, tidak ada kendala di lapangan karena sumber air juga tersedia di tempat kejadian perkara,” tutur Hery.
Terkait penyebab kebakaran, Hery menegaskan bahwa hal tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Adapun jumlah bangunan yang terdampak masih berdasarkan pendataan sementara petugas.