Mereka menggelar panen jagung serentak kuartal III di Jalan Soekarno Hatta KM 2, Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda yang mana program ini menjadi bagian dari kegiatan panen jagung serentak yang digelar di seluruh Indonesia, dengan hasil panen mencapai 3.842 ton jagung dari luasan lahan sekitar 986 hektare.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro yang hadir pada panen jagung tersebut menjelaskan, pemanfaatan lahan eks tambang menjadi terobosan penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Menurutnya, langkah ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memberi nilai tambah pada lahan-lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan.
“Kami mencoba mengoptimalkan lahan-lahan eks tambang agar bisa kembali produktif. Saat ini sudah ada sekitar 50 hingga 60 hektare yang kami jadikan percontohan. Ini untuk melihat sejauh mana lahan tersebut bisa menghasilkan panen yang baik,” kata Endar kepada Korankaltim.com disela kegiatan panen jagung.
Hasil sementara menunjukkan potensi besar dari lahan eks tambang yang dikelola dengan pola tanam dan perawatan modern. Ke depan, program ini akan diperluas ke berbagai wilayah di Kalimantan Timur yang memiliki karakteristik serupa.
“Kalau hasilnya terus positif, maka lahan-lahan eks tambang yang tidak produktif akan kami kembangkan lagi. Kami ingin buktikan bahwa lahan yang dulu dianggap mati bisa kembali hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” sebut Endar.
Program ketahanan pangan Polda Kaltim tidak hanya difokuskan pada produksi jagung, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran dan kemandirian pangan di lingkungan masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan petani lokal, menjadi kunci keberhasilan inisiatif ini.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung program nasional ketahanan pangan, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” tutup Endar.
Editor: Aspian Nur