Hal ini disampaikan usai dirinya mendatangi Polresta Samarinda untuk bertemu langsung dengan para mahasiswa dan berdiskusi bersama Kapolresta.
Seno Aji menegaskan pemerintah hadir bukan untuk mengintervensi proses hukum, melainkan untuk memberikan dukungan moral kepada mahasiswa yang masih memiliki masa depan panjang.
“Adik-adik kita diperlakukan dengan sangat baik oleh pihak kepolisian. Saya juga sudah bertanya langsung, apakah mereka sudah memberitahu orang tua tentang posisi dan kondisi mereka. Mereka menjawab dengan baik, dan kami berdiskusi cukup lama,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).
Ia mengungkapkan, keempat mahasiswa yang kini berstatus tersangka tersebut berasal dari jurusan pendidikan dan sebagian besar tengah menempuh semester lima dan tujuh. Menurutnya, masa depan mereka masih panjang, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih humanis agar psikologis mereka tidak terganggu.
“Mereka ini calon tenaga pendidik. Ada yang saat ini juga sedang praktik mengajar di sekolah. Karena itu, kami berharap proses hukum tetap berjalan, tapi psikologi mereka juga harus dijaga,” jelasnya.
Meski datang memberikan dukungan moral, Wagub menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ikut campur dalam proses hukum. Namun, ia mendukung langkah kuasa hukum mahasiswa jika ingin mengajukan penangguhan penahanan.
“Soal penangguhan penahanan nanti menjadi kewenangan kuasa hukum dan pihak kepolisian. Kami serahkan semua sesuai prosedur. Jika memang dinilai layak, itu tentu bisa dipertimbangkan agar mereka tetap bisa fokus kuliah,” terangnya.
Wagub menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung proses penegakan hukum, namun ia berharap ada pendekatan kemanusiaan terhadap mahasiswa tersebut. Selain untuk menjaga kondisi psikologis, ia juga menilai masa depan para mahasiswa harus tetap menjadi pertimbangan utama.
“Kami datang untuk memastikan mereka baik-baik saja. Kami percaya pada proses hukum yang dilakukan polisi, dan mudah-mudahan ada solusi terbaik agar masa depan mereka tidak hilang begitu saja,” pungkasnya.
Editor: Erwin