Insiden ini dibenarkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso. Menurutnya, bukan hanya bangunan tersebut yang terdampak, tetapi kejadian serupa juga terjadi di beberapa titik lainnya.
Sesaat setelah kejadian, personel BPBD Samarinda langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Ya, benar. Hari ini memang ada beberapa kejadian serupa di sejumlah titik, di antaranya di Jalan Kapten Soedjono dekat Jembatan Mahkota, kemudian di Jalan Untung Suropati dekat Posko 4 Pemadam Kebakaran, serta di Jalan Slamet Riyadi, terutama di kawasan bantaran Sungai Mahakam,” jelas Suwarso saat dikonfirmasi Korankaltim.com.
Ia menambahkan, runtuhnya atap kafe diduga disebabkan oleh konstruksi bangunan yang menggunakan baja ringan sehingga tidak mampu menahan terjangan angin kencang.
Angin kencang yang bertiup di kawasan sungai tanpa penghalang menyebabkan atap terangkat dan akhirnya runtuh.
Suwarso juga memastikan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. “Sejauh ini tidak ada korban jiwa,” terangnya.
Ia mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana, khususnya bantaran Sungai Mahakam, agar meningkatkan kewaspadaan.
Bahkan, masyarakat diminta membangun konstruksi bangunan yang kokoh, mengingat daerah tersebut lebih rentan diterpa angin.
“Imbauan kami, masyarakat di daerah rawan bencana harus selalu waspada terhadap ancaman cuaca ekstrem. Khususnya di bantaran sungai, sebaiknya membangun konstruksi dengan kekuatan lebih dibandingkan di wilayah lembah, agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.
Hingga saat ini, pihak kafe belum memberikan tanggapan atas kejadian ini kepada awak media.
Editor: Erwin