Pembangunan insfratruktur menurut Gubernur Harum bisa dikelompokkan menjadi dua bagian. Pertama infrastruktur offline dan kedua infrastruktur online.
Infrastruktur offline, lanjut Gubernur Harum berkaitan dengan akses jalan. Kondisi jalan saat ini 83 persen sudah cukup bagus. Namun masih banyak daerah yang belum tersentuh meski 80 tahun Indonesia merdeka.
Kedua berkaitan dengan infrastruktur online. Kaltim memiliki 1.038 desa dan kelurahan yang beberapa desa di antaranya belum teraliri listrik. Ini menjadi kendala untuk pemasangan perangkat digital. "Itu adalah tantangan tersendiri, kami harus segera bisa menyelesaikan persoalan-persoalan itu dengan out of the box," tegasnya.
Dirinya menargetkan tahun depan dari Kabupaten Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) akan terkoneksi dengan Kutai Barat - Penajam Paser Utara (PPU) sampai ke Ibu Kota Nusantara (IKN). "Kami menargetkan tahun ini dan 2026 minimum 100 km sudah terbangun. Sekarang sudah on going process," jelas Harum.
Lima tahun ke depan, Gubernur Harum menargetkan minimum 250 km sudah selesai atau tingkat kemantapan jalan sudah menjadi 100 persen.
"Catatan kami hari ini, kendala kita adalah berkaitan dengan infrastruktur yang dibangun menggunakan APBN. Akses jalan yang ada di Kalimantan, demografinya adalah sungai dan rawa bahkan ada daerah terendam saat pasang baik di laut maupun di sungai,” bebernya.
Gubernur Harum sendiri sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Menteri PUPR Dody Hanggodo. Jalan-jalan di Kaltim tak cukup hanya dibangun dengan aspal, tapi harus rigid atau cor. Pasalnya selain kondisi tanah yang tidak stabil, jalan Kaltim seringkali harus berhadapan dengan air.
Diakuinya, membangun jalan dengan cor memang sedikit mahal, tetapi daya tahannya bisa sampai 50 tahun. Sedangkan menggunakan hotmix ataupun aspal, daya tahannya maksimum hanya sekitar dua tahun. “Harapan kami, satu kali membangun adalah untuk 20, 30 tahun bahkan 50 tahun ke depan," tegas Gubernur Harum.
Hal ini penting agar infrastruktur yang lain bisa dibenahi, terutama infrastruktur pendidikan dan kesehatan. (*/mar/sul/ky)