"Momentum ini mencerminkan arah transformasi birokrasi kita, yang semakin menempatkan profesionalisme, keahlian dan kontribusi nyata sebagai inti dari pelayanan publik," kata Wagub Seno Aji.
Jabatan fungsional, khususnya pada jenjang Dokter Ahli Utama, adalah wujud pengakuan negara atas dedikasi dan integritas seorang dokter, yang telah menjalani perjalanan panjang, mengabdikan diri dan terus mengembangkan kompetensi di tengah dinamika dunia medis.
Lebih jauh diterangkan, Provinsi Kaltim kini tengah menatap masa depan yang sangat strategis. Bukan sekadar sebagai daerah penyangga, tetapi justru menjadi garda terdepan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, dengan kehadiran Ibu Kota Negara (IKN).
"Ini bukan hanya peluang, tetapi juga tanggung jawab sejarah yang menuntut kesiapan semua sektor, termasuk sektor kesehatan," tandasnya.
Di tengah momentum besar ini, lanjut Wagub, Kalimantan Timur telah menetapkan visi jangka panjang Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas. Sebuah visi yang mengandung makna mendalam, bahwa keberhasilan daerah ini bukan hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, infrastruktur atau investasi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya termasuk derajat kesehatan masyarakat dan profesionalisme tenaga kesehatannya.
Wagub Seno menambahkan, jabatan fungsional Dokter Ahli Utama pun tidak dapat dimaknai hanya sebagai sebuah pencapaian karier atau penghargaan administratif. Menurutnya, ini adalah penugasan moral yang strategis, yang menempatkan penjabat yang dilantik sebagai ujung tombak dalam peningkatan mutu layanan kesehatan, penguatan sistem, dan pembinaan generasi penerus di dunia kedokteran.
"Teruslah menjadi mentor dan teladan bagi para dokter muda dan membimbing mereka dengan pendekatan yang profesional dan humanis, demi melahirkan generasi tenaga kesehatan yang cerdas secara klinis, berintegritas tinggi, dan berjiwa pelayanan," pesan Wagub.
Seno Aji juga berharap kepada pejabat yang baru dilantik agar turut serta merancang sistem kesehatan yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan Kalimantan Timur. Khususnya dalam masa transisi provinsi ini menuju peran strategisnya sebagai simpul baru pemerintahan nasional.
Lebih dari itu, Wagub mengajak pejabat fungsional Dokter Ahli Utama untuk aktif berkontribusi dalam forum-forum strategis kesehatan daerah, baik dalam konteks reformasi layanan, transformasi digitalisasi medis, maupun pengembangan rumah sakit pendidikan dan pusat riset berbasis sumber daya lokal Kalimantan Timur. (*/mar/sul/ky)