Wagub Seno Aji mengatakan Pemprov Kaltim senantiasa memberikan dukungan, khususnya pada empat program utama yang menjadi fokus. Yaitu sektor industri halal yang diwujudkan melalui terobosan kolaboratif oleh Pemprov Kaltim untuk mengejar target 10 juta produk bersertifikat halal serta pengembangan ekosistem rantai nilai halal.
Kemudian sektor jasa keuangan syariah, di antaranya melalui pengembangan jasa keuangan syariah, serta sektor dana sosial syariah melalui penghimpunan dana ZISWAF.
“Termasuk sektor bisnis dan kewirausahaan syariah melalui pembangunan ekosistem yang holistik dan berkelanjutan bagi pengembangan sektor bisnis dan usaha syariah," jelas Wagub.
Sektor halal di Kaltim, lanjut Seno mengalami perkembangan yang positif. Salah satu indikator yang mencerminkan hal tersebut adalah jumlah produk tersertifikasi halal.
"Untuk tahun ini, melalui DPPKUKM Kaltim menyiapkan 1.000 kuota sertifikasi halal self-declare. Tidak hanya dalam bentuk sertifikasi halal, penguatan ekonomi syariah dan industri halal juga dapat didukung oleh pondok pesantren yang ada di Kalimantan Timur yang mencapai 234 pondok pesantren," beber Wagub.
Orang nomor dua Kaltim itu mengharapkan ke depan, diperlukan kolaborasi dan komitmen bersama antara lembaga pemerintah, sektor swasta dan masyarakat luas untuk terus mendukung akselerasi ekonomi syariah dan industri halal di Kaltim.
"Hal ini mengingat pentingnya peran industri halal untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan memperluas basis ekonomi syariah sehingga berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi daerah," pesan Wagub Seno.
Wagub Seno Aji mengapresiasi sinergi Perwakilan BI Kaltim dan KDEKS Kaltim yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan KalaFest 2025.
Kaltim Halal Festival 2025 ini merupakan wujud nyata upaya memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Kalimantan Timur. Hal ini sejalan dengan visi Pemprov Kaltim dan pusat dalam peningkatan pembangunan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. "Serta mendukung Indonesia sebagai pusat halal dunia," seru Wagub.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Budi Widihartanto melaporkan, penyelenggaraan Kalafest 2025 ini merupakan merupakan satu sinergi kolaborasi antara Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim bersama Komite Daerah Ekonomi Keuangan Syariah Kaltim bersama stakholders lainnya, termasuk kabupaten kota dan perbankan.
"Mudah-mudahan kegiatan Kalafest ke depan akan semakin baik dan semakin memperluas kontribusi dalam pengembangan usaha-usaha halal, melalui pengembangan pasantren, maupun universitas di Kaltim," tandasnya. (*/mar/sul/ky)