"Pancasila telah disepakati para pendiri bangsa untuk menjadi ideologi bangsa. Jadi klir bahwa NKRI adalah harga mati," tegas Gubernur Harum usai menghadiri Sarasehan Kebangsaan.
Lebih jauh diterangkan, Pancasila menjadi pandangan hidup, falsafah dan ruh bangsa Indonesia.
Pancasila juga mengajarkan karakter yang religius, gotong royong, berperikemanusiaan, persatuan dan demokrasi.
Sehubungan dengan Kalimantan Timur yang masih memerlukan banyak perhatian pusat, Gubernur Harum menyebutkan sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Harapan kita, idelogi Pancasila ini tidak hanya simbolis, tapi harus melambangkan semangat keadilan dan kesejahteraan sosial," tegas Gubernur.
Sarasehan Kebangsaan mengundang seluruh kepala daerah se-Indonesia, mulai gubernur, wali kota dan bupati. Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri berhalangan hadir.
Acara yang merupakan kolaborasi BPIP dan MPR RI itu juga dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Sarasehan dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman para kepala daerah terkait isu geopolitik dan kebangsaan.
Ketua BPIP Prof Yudian Wahyudi mengatakan acara ini penting untuk merumuskan langkah strategis menghadapi dinamika geopolitik yang terus berkembang.
"Sarasehan Kebangsaan ini untuk memperkuat pemahaman pemimpin nasional dan daerah terkait arah perubahan geopolitik. Acara ini juga menjadi wadah kolaboratif lintas wilayah memperkuat ketahanan nasional," beber Yudian.
Acara dihadiri 867 peserta dari para kepala daerah dan pejabat kementerian terkait. Sementara secara daring acara juga dihadiri 1.142 peserta. (*sul/ky)