"Yang sabar ya ibu-ibu. Khususnya keluarga korban meninggal juga sabar ya. Insyaallah Pemprov Kaltim siap membantu," ucap Wagub Seno Aji di lokasi longsor.
Usai meninjau dan memberikan bantuan paket sembako serta sejumlah uang santunan kepada seluruh korban yang terdampak longsor, Wagub Seno menjelaskan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Pemprov Kaltim kepada keluarga korban.
"Mungkin bantuannya tak seberapa. Tapi, diharapkan dapat memotivasi semangat untuk keluarga korban agar bisa beraktivitas seperti biasa," pesan Wagub Seno yang juga didampingi Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekda Provinsi Kaltim Ujang Rachmat.
Wagub Seno menjelaskan, jika melihat kondisi lokasi longsor, kawasan itu memang tidak layak huni. Tentu akan dilakukan mitigasi bencana oleh ahli geologi.
Setelah kejadian Senin lalu, Wagub Seno mengonfirmasi kepada para ahli geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia Kaltim untuk melakukan mitigasi bencana. Dengan begitu, apapun hasilnya, diharapkan bisa disampaikan kepada BPBD Kaltim maupun Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim.
"Sehingga kita harapkan ke depan tidak ada lagi warga atau penduduk yang bermukim di lokasi rawan longsor," harap Wagub Seno.
Selanjutnya, jika ada keluarga korban yang meninggal dan terdampak longsor dan memiliki lahan, maka Pemprov Kaltim siap membantu pembangunan rumahnya.
"Jika memang mereka mempunyai lahan, maka Pemprov siap membangunkan rumah layak huni untuk mereka," pesan Wagub Seno.
Hadir mendampingi Wagub Seno Aji, Kepala Dinas PUPR Kaltim AM Fitra Firnanda, Kadis Sosial Kaltim Andi Muhammad Ishak yang juga membantu paket sembako kepada korban terdampak. Kemudian, hadir Sekretaris BPBD Kaltim Yasir, Forkopimda Kecamatan Samarinda Utara, camat, lurah serta ketua RT setempat. (*/jay/sul/ky)