Senin, 12/05/2025

Longsor di Pintu Masuk Terowongan Samarinda, Dipastikan Struktur Bagian Dalam Tak Bermasalah

Senin, 12/05/2025

Longsor yang terjadi di proyek pembangunan Terowongan Samarinda. (Foto: Vico/Korankantim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Longsor di Pintu Masuk Terowongan Samarinda, Dipastikan Struktur Bagian Dalam Tak Bermasalah

Senin, 12/05/2025

logo

Longsor yang terjadi di proyek pembangunan Terowongan Samarinda. (Foto: Vico/Korankantim.com)

Penulis: Claudius Vico

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Terowongan Samarinda ikut terimbas hujan deras yang mengguyur Kota Tepian sejak jelang pagi hingga siang pada Senin (12/5/2025) hari ini.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Neneng Chamelia Shanti mengungkapkan terjadi longsor atau rontokan di sisi kanan inlet atau pintu masuk terowongan di Jalan Sultan Alimuddin. “Benar tadi terjadi rontokan disisi R jam 9.30 WITA pagi tadi,” kata Neneng kepada Korankaltim.com.

Pantauan media ini di lokasi tunnel atau terowongan yang bakal jadi penghubung antara Jalan Sultan Alimuddin di Kecamatan Sambutan denga Jalan Kakap di Kecamatan Samarinda Ilir  itu diketahui titik longsor yang terjadi karena kondisi tanah masih tidak stabil sehingga serpihan bongkahan tanah dalam beberapa menit masih berjatuhan.

Langkah yang dilakukan PUPR Samarinda selanjutnya yaitu menyiapkan strategi bersama tim pelaksana untuk pemeriksaan lanjutan. “Menunggu hujan reda, lereng yang terdampak akan segera ditangani,” sebut Neneng lagi.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Terowongan Samarinda Rezky Samudra Aprilyan menambahkan, sementara ini mereka masih melakukan pemantauan dan pemeriksaan apa yang menjadi penyebab longsor tersebut.

Namun Rezky memastikan longsor yang terjadi tidak memengaruhi struktur bagian dalam terowongan. “Kalau di dalam kami ada sensor, kalau di dalam tidak ada masalah, sementara hanya di titik longsor itu aja,” ucap Rezky. 

Diketahui proyek pembangunan Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili ini bernilai  Rp395,9 Miliar dan dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas di kawasan Gunung Manggah di Jalan Otto Iskandardinata (Otista) atau yang biasa disebut kawasangan Sungai Dama.

Panjang keseluruhan terowongan dari pintu masuk sampai keluar mencapai 700 meter, dengan lebar 10 meter dan tinggi 5 meter yang mana disisi kiri dan kanan dilengkapi saluran air atau drainase dua lajur satu arah.

Sedianya terowongan ini sudah dioperasikan pada Oktober 2024 lalu namun sampai saat ini belum rampung dan ditargetkan sudah bisa digunakan pada akhir tahun 2025.

Editor: Aspian Nur

Longsor di Pintu Masuk Terowongan Samarinda, Dipastikan Struktur Bagian Dalam Tak Bermasalah

Senin, 12/05/2025

Longsor yang terjadi di proyek pembangunan Terowongan Samarinda. (Foto: Vico/Korankantim.com)

Share

Berita Terkait