Gubernur Harum menegaskan dirinya siap memberi dukungan penuh kepada anak-anak Kalimantan Timur. Baik mereka yang bersekolah di Kaltim, luar Kaltim bahkan luar negeri. Minimal lama pendidikan hingga 16 tahun atau sarjana. Karena itu Pemprov Kaltim telah menyiapkan program sekolah dan kuliah gratis bagi anak-anak Kaltim. “Yang penting wajib KTP-nya tidak berubah (Kaltim),” tegas Gubernur.
Di masa depan, 5 hingga 10 tahun ke depan, Gubernur Harum optimims akan mendapatkan sumber daya manusia yang unggul untuk membangun Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dijelaskan Gubernur Harum, untuk membangun suatu negeri, suatu bangsa atau suatu daerah, tidak mungkin hanya mengandalkan sumber daya alam. Karena sumber daya alam pada saatnya pasti akan habis. Sebab itu, membangun bangsa atau membangun daerah harus mengandalkan sumber daya manusia (SDM). “Satu-satunya yang mampu memutuskan rantai kemiskinan dan kebodohan, yang paling efektif adalah dengan pendidikan,” tandas Gubernur Harum.
Dalam upaya mengakselerasi sumber daya manusia, maka pendidikan diberikan prioritas. Harapannya anak-anak Kaltim bisa menimba ilmu sebaik-baiknya tanpa terkendala masalah finansial. “Urusan biaya itu biarkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkolaborasi dengan seluruh stakeholder agar anak-anak kita semuanya bisa sekolah,” ucap Gubernur.
“Sekolah bukan hanya masalah finansial, tetapi soal kemauan dan cara berpikir, mindset kita. Sekali lagi pendidikan menjadi hal yang utama,” tegas Gubernur Harum lagi.
Orang nomor satu Kaltim itu juga mengutip pesan Nabi Muhammad SAW, bahwa lebih baik berilmu ketimbang berharta. Karena harta itu akan habis, tapi ilmu insyaallah akan menjaga manusia. Derajat orang yang berilmu tentu lebih tinggi daripada derajat orang yang berharta.
“Kalau berharta ini, kita capek ngurusin harta, tidak ada henti-hentinya kita penuh dengan was-was. Perlu tempat untuk menyimpan harta-harta itu. Tapi kalau menyimpan ilmu, kita tidak perlu tempat. Ilmu itu akan menjaga kita di mana saja dan kapan saja,” pesan Gubernur Harum lagi.
Apresiasi disampaikan Gubernur Harum kepada jajaran Badan Penghubung Pemprov Kaltim di Jakarta dan Yayasan Bina Ruhui Rahayu yang berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan halalbihalal ini. Selain warga Kaltim yang merantau, hadir pula mahasiswa Kaltim yang menempuh pendidikan di Jakarta.
“Kita sempatkan untuk bisa berkumpul bersama saudara-saudara kita, ayahanda, ibunda yang sudah lama meninggalkan Kalimantan Timur untuk bisa silaturahmi. Masyarakat yang ada di perantauan walaupun tempatnya jauh tetapi tetap dekat di hati,” tutur Gubernur Harum.
Gubernur Harum berpesan agar silaturahmi yang terajut sangat baik ini bisa terus dijaga, terkhusus anak-anak yang sedang menyelesaikan pendidikan di Jakarta.
“Untuk anak-anak Kalimantan Timur yang menempuh pendidikan di sini (Jakarta), kami (Pemprov Kaltim) ada di sini. Kita ada Kantor Penghubung Kalimantan Timur di Jalan Kramat Kwitang. Adik-adik kita bila ada perlu bisa mampir ke kantor ini,” ujar Gubernur Harum.
Hadir pada acara halalbihalal ini Anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji dan Bunda Seno, serta Sekretaris Daerah Kalimantan Timur Sri Wahyuni dan para tokoh Kaltim di Jakarta. (*)