Kalimantan Timur memiliki potensi untuk mencapai kemajuan, antara lain sumber daya alam, pengembangan industri perkebunan, sektor jasa, infrastruktur, dan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). Intinya banyak peluang yang sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh perusda-perusda Kaltim, akan tetapi peluang besar itu tidak ditangkap atau dioptimalkan. “Kontribusi yang diberikan sangat kecil dan tidak sebanding dengan penyertaan modal yang sudah diberikan,” sebut Rudy lagi.
Wakil Gubernur Seno Aji juga mengaku melihat kinerja perusda Kaltim belum optimal. “Setelah kita lihat tadi, semua perusda rata-rata masih terkungkung dengan kerja sama pihak ketiga,” ucap Seno.
PT Migas Mandiri Pratama (MMP) yang hanya mengandalkan penerimaan dari participating interest (PI) Blok Mahakam sudah mulai mencoba melakukan usaha non-PI, namun belum menghasilkan penerimaan yang besar.
Seno setuju untuk pengembangan usaha non-PI agar nantinya MMP tidak hanya mengandalkan penerimaan dari PI. Dengan begitu MMP akan bisa memberikan kontribusi lebih tinggi untuk pendapatan Kaltim.
“Dari PI tahun lalu Kaltim dapat Rp200 Miliar, tahun ini hanya Rp75 Miliar. Itu karena Kaltim selalu mengandalkan orang lain,” ungkapnya.
Hal yang sama juga terjadi di Perusda Kelistrikan yang hanya mengandalkan kerja sama dengan PT CFK, tak jauh berbeda dengan Perusda Bara Kaltim Sejahtera (BKS) "BKS hanya mengandalkan MSJ. Kaltim tidak bisa bergerak sendiri. Gerak usahanya sangat tergantung dari kerja-kerja MSJ," katanya.
Bukan tidak mungkin pada masa mendatang BKS akan diberikan izin usaha pertambangan (IUP) untuk mengembangkan usahanya sendiri. "Mereka bisa menambang sendiri, menjual sendiri dan menjadi perusda yang jauh lebih besar," sebut Seno.
Satu diantara beberapa perusda yang juga memerlukan dorongan untuk perbaikan yakni Perusda Melati Bakti Satya (MBS). "MBS kami coba negosiasi dengan Pelindo untuk mengambil alih aset-aset supaya leluasa bekerja di KKT (Kaltim Kariangau Terminal) Balikpapan. Kalau Pelindo tidak mau harus duduk bersama Pelindo untuk memastikan hasil bagi KKT lebih bagus lagi untuk Kaltim," tutup Seno.
Editor: Aspian Nur