Kasatlantas Polresta Samarinda, La Ode Prasetyo menjelaskan bahwa alasan dibukanya kembali Jembatan Mahakam I karena terjadi antrean panjang di kedua sisi jembatan.
“Pertama terkait dengan evaluasi hasil rekayasa lalu lintas, baik yang dari arah luar Kota Samarinda masuk ke jembatan itu terjadi kepadatan dan antrean yang sangat panjang,” tuturnya.
“Kemudian keluarnya pun dari atas jembatan ke kebundaran Taman PLN dan masuk ke Jalan Slamet Riyadi, antreannya sangat panjang hingga keatas jembatan,” lanjutnya.
Banyaknya keluhan dari pengguna jalan yang mau masuk ke Jalan Slamet Riyadi hingga satu jam menjadi pertimbangan pihaknya juga.
“Terkait audit, rencananya akan dilaksanakan pada 3 atau 4 Maret 2025. Mengingat saat ini masih tanggal 28, dan masih ada Sabtu dan Minggu, penutupan terlalu cepat buat kami lakukan,” tegasnya.
Sebelumnya, pasca ditabrak tongkang, pihaknya melakukan evaluasi terhadap arus lalu lintas di atas Jembatan Mahakam I. Prasetyo akui kondisi masih aman untuk lalu lintas meskipun ada kekhawatiran dari masyarakat.
Untuk rekayasa lalu lintas dari pagi hingga menjelang sore ini, akan menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya. Jembatan Mahulu dan Ahmad Amins juga menjadi pertimbangan.
Setelah ini, kepolisian dan stakeholders terkait akan kembali menggelar rapat untuk menentukan arus lalu lintas di sekitar Jembatan Mahakam I.
“Kami dengan Dishub kota dan provinsi pagi tadi lakukan penutupan dan pembukaan juga bersama Dishub kota dan provinsi,” pungkasnya.
Editor: Erwin