Pendataan sementara, terdapat 22 titik genangan banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 cm seperti di Jalan DI Pandjaitan, Simpang Gunung Kapur, Jalan Giri Mulyo hingga Jalan Untung Suropati.
Selain itu, kawasan-kawasan strategis seperti Simpang Ringroad Jalan Pangeran Suryanata dan Simpang Lembuswana juga terdampak.
Tak hanya banjir, bencana lain seperti pohon tumbang dan longsor juga dilaporkan. Pohon tumbang terjadi di area Balaikota, sementara longsor melanda Jalan Damai dan Gang Villa Damai RT 31, Kelurahan Sidodamai.
Longsor serupa juga terjadi sebelumnya di Kelurahan Makroman pada Sabtu (25/1/2025), menyebabkan kerusakan ringan pada sebuah rumah.
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso mengatakan agar masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
“Kami meminta warga menghindari area rawan banjir dan longsor, serta selalu siaga dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini,” ujar Suwarso.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih akan terus berlangsung. BPBD imbau warga agar segera melaporkan kejadian darurat melalui hotline bencana jika diperlukan.
Dengan situasi yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik, Suwarso menyebut kolaborasi antara pemerintah, relawan dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan dampak bencana di Samarinda.
Editor: Erwin