Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur merilis penduduk miskin pada Maret 2024 sebanyak 221,34 ribu orang, menurun 9,73 ribu orang terhadap Maret 2023.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana mengatakan, persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2024 sebesar 4,47 persen, turun 0,21 poin persen dari Maret 2023.
“Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2024 sebesar 8,76 persen, turun 0,52 poin persen dari Maret 2023,” kata Yusniar kepada Korankaltim.com. Rabu (3/7/2024).
Dibanding Maret 2023, jumlah penduduk miskin Maret 2024 perkotaan turun sebanyak 3,99 ribu orang (dari 122,43 ribu orang pada Maret 2023 menjadi 118,44 ribu orang pada Maret 2024).
Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 5,74 ribu orang (dari 108,64 ribu orang pada Maret 2023 menjadi 102,90 ribu orang pada Maret 2024).
”Garis kemiskinan per rumah tangga adalah gambaran besarnya nilai rata-rata rupiah minimum yang harus dikeluarkan oleh rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya agar tidak dikategorikan miskin,” ungkapnya.
Secara rata-rata, Garis Kemiskinan per rumah tangga pada Maret 2024 adalah sebesar Rp4.278.189,-/bulan. Sedangkan rata-rata banyaknya anggota rumah tangga miskin di Kalimantan Timur adalah 5,13 orang.
Kemiskinan pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp833.955,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp590.571,- (70,82 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp243.384,- (29,18 persen).
Pada Maret 2024, secara rata-rata rumah tangga miskin di Provinsi Kalimantan Timur memiliki 5,13 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, m besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp4.278.189,-/ rumah tangga miskin/bulan.
Editor: Aspian Nur