Selasa, 28/02/2023
Selasa, 28/02/2023
Wali Kota Samarinda lakukan tinjauan lokasi longsor di Kawasan Perumahan Korem, Kelurahan Lempake (Istimewa)
Selasa, 28/02/2023

Wali Kota Samarinda lakukan tinjauan lokasi longsor di Kawasan Perumahan Korem, Kelurahan Lempake (Istimewa)
Penulis: */Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Gerak cepat dilakukan Pemerintah Kota Samarinda. Menjawab keresahan warga yang bermukim di Perumahan Korem, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara terkait longsor di perumahan tersebut, Wali Kota H Andi Harun langsung melakukan peninjauan ke Kawasan tersebut Senin (27/2/2023) kemarin.
Orang nomor satu di Kota Tepian itu datang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan saat berada di Perumahan Korem, Andi Harun mengecek dengan seksama apa penyebab terjadinya longsor.
"Kami menerima laporan dari warga setempat dan langsung cek, ternyata benar ada longsor di Perumahan Korem," ujar Andi HArun
Tinjauan tersebut sekaligus untuk mengetahui apa penyebab asal mula longsor. "Ternyata disitu ada kolam retensi atau polder yang jebol yang membuat penahan air tidak ada, mengikis tanah,” ungkapnya.
Untuk mengatasi longsor, pemkot berencana menggunakan dana tak terduga untuk perbaikan. "Dalam waktu dekat akan kami pasang dinding penahan tanah sambil menunggu dana APBD masuk," terangnya.
Pemasangan tersebut untuk menghindari adanya longsor yang kembali terjadi.
Diketahui pula dalam tinjauan itu ditemukan satu rumah yang masuk badan jalan dan informasinya tanah itu sudah pernah dibeli tetapi Pemkot Samarinda masih akan menelusuri. "Kami teliti dokumennya, minimal satu kolom dari rumah itu bisa dibebaskan supaya jalannya bisa lurus," tegas Andi Harun.
Selain longsor, rombongan juga menemukan kendala dengan adanya fasilitas umum (Fasum) yang belum diserahkan ke Pemkot Samarinda.
"Saya minta dua bulan ke depan fasumnya dapat diserahkan kepada Pemkot Samarinda bisa masuk disitu dalam hal pengelolaan menggunakan APBD," harap Andi Harun.
Andi Harun juga menemukan fakta kalau pra-sarana air bersih masih dikelola swasta dan kualitas air sangat mengkhawatirkan.
"Kami melakukan koordinasi dengan pak lurah dan pak sekcam ternyata ada hibah tanah untuk pemasangan booster. Pekan ini PDAM mulai menghitung berapa kebutuhan serta biaya membangun booster sekitar 150 liter," papar Andi Harun.
Diharapkan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan dapat diketahui berapa kebutuhan biaya yang diperlukan untuk pembangunan booster tersebut.
Selasa, 28/02/2023
Wali Kota Samarinda lakukan tinjauan lokasi longsor di Kawasan Perumahan Korem, Kelurahan Lempake (Istimewa)
TERPOPULER