Revitalisasi dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penataan kembali bagi setiap pedagang yang berjualan serta memberikan tempat yang layak untuk mereka dalam beraktivitas jual beli.
Sebelum proyek tersebut berlangsung, Pemkot Samarinda berencana memindahkan para pedagang Pasar Pagi di beberapa titik, diantarany ke Segiri Grosir di Jalan Pahlawan dan ke Kawasan Citra Niaga di Jalan Niaga Utara.
Terkait hal itu, Irfan, pedagang di Pasar Pagi mengaku keberatan kalau mereka dipindahkan ke tempat lain karena hal itu bisa membuat pelanggan mereka kebingungan. "Masyarakat tahunya semua ada di Pasar Pagi, kalau dipindah ke lokasi yang berbeda pasti mereka kesulitan dan kebingungan," ujar Irfan.
Para pedagang juga belum pernah mendapatkan informasi seputar rencana pemindahan yang akan dilakukan oleh pemkot. "Rencana pembangunan pasar kami sudah tahu, tapi untuk sosialisasi pemindahan belum pernah ada, kami tahunya dari mulut ke mulut saja sama dari media," ungkapnya.
Irfan menuturkan, terkait pemindahan pedagang sebenarnya sebagian besar dari mereka banyak yang menolak, karena kurang jelasnya lokasi yang tuju serta kondisi kedepan apakah sama masih tetap menjanjikan atau tidak. "Pedagang disini maunya pasar ini di renovasi saja, karena bangunan lama pasti kuat juga supaya kami masih bisa beraktivitas," paparnya.
Halim, penjual buah di Pasar Pagi juga merasa keberatan apabila para pedagang dipindahkan. "Kalau dibongkar semua apakah masih ada tempat kami berjualan, karena kami usaha ini saja tidak ada yang lain. Otomatis kalo harus dipindah agak kebingungan juga," kata Halim.
Sejauh ini informasi yang diterima oleh pedagang hanya seputar pembangunan Pasar Pagi di tahun 2024, untuk perencanaan pemindahan tempat berjualan mereka dimana, hingga sekarang belum ada sosialisasi dari pihak terkait.
"Kalu pun dipindah semoga ada tempat untuk kami para pedagang sehingga nanti ketika kami mau dipindahkan juga berasa tenang," tutup Halim.
Editor: Aspian Nur