Berdasarkan rekaman CCTV berdurasi 40 detik yang beredar di media sosial (medsos), tampak pipa pemancang tersebut terjatuh dari bak truk saat di tanjakan. Yang mana warga yang berada di belakang truk pun langsung kocar kacir untuk menghindari pipa besi tersebut. Beruntung tak ada korban dalam kejadian tersebut, tetapi salah satu pipa besi mengenai beton yang ada di sebuah konter handphone.
Menurut keterangan La Mira (54) warga Sungai Dama, saat itu dirinya sedang kerja dan mobil tiba-tiba berhenti di tanjakan, kemudian terdengar suara benturan keras.
“Setelah itu besi-besinya jatuh berhamburan, untung saja kendaraan dibelakang langsung putar balilik menyelamatkam diri dan tidak ramai,” tuturnya.
Kemudian, melihat itu dirinya bersama warga sekitar pun langsung meminta sopir truk untuk memarkirkan kendaraannya.
“Kami minta sopirnya parkir dulu di atas, dan saat itu sopir hanya sendirian saja. Jadi, memang sempat macet, karena dua pipa pancang ini sempat malang,” tutupnya.
Sementara itu, sopir truk, Martin (51) mengatakan bahwa dirinya membawa 10 pipa besi tersebut dari Palaran dan Hendak dibawa ke Selili.
“Saya sementara naik, dengan bunyi benturan di belakang, ternyata semua pipa jatuh, penutup bagasi terbuka. Saat itu memang tidak diikat,” singkatnya.
Terpisah, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Kota AKP Jajat Sudrajat mengatakan pasca kejadian tersebut, anggotanya langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Samarinda.
“Jadi, semua unsur terkait langsung sinergi melakukan upaya pengamanan di lokasi, untung tidak ada korban jiwa,” katanya.
Dan dari pihak Satlantas juga langsung berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk mendatangkan crane, mengevakuasi pipa besi tersebut. “Memang sempat ada kemacetan, tetapi jalur masih bisa dilalui. Saat ini sudah terkondisi,” pungkasnya.
Editor: Koran Kaltim