Ia menjelaskan, dengan angka tersebut Dinsos Samarinda menargetkan di tahun 2024 jumlah penduduk miskin bisa ditekan. “Makanya kita akan melaksanakan sosialisasi dan workshop, kita undnag 15 OPD, lurah, camat, supaya juga mereka tahu bawa kita ada 3 intervensi yang kita sasar,” ujarnya.
Ada tiga rencana Dinsos untuk yang akan di lakukan sebagai upaya menekan jumlah kemiskinan di kota Samarinda. “Pertama, bagaimana mengurangi beban pengeluaran mereka dengan cara kita memberikan bantuan langsung tunai atau bantuan pangan langsung,” ucapnya.
Selanjutnya, dengan menyelenggarakan pelatihan yang sesuai dengan pekerjaan dan kebutuhan mereka. Kedua, strategi usaha ekonomi produktif, Dinsos akan membagi dan memilah dari 9000 orang itu mana laki-lakinya mana perempuannya apa usaha mereka, contoh kalau memang mereka sekarang ini adalah petani tambak, maka akan disiapkan berapa yang dibutuhkan untuk modal, dan mereka akan diberikan pelatihan jika perlu.
“Pelatihan yang bisa digelar oleh Dinsos untuk anak muda mungkin, sudah saya klasifikasi umurnya 18-20 tahun, kira-kira kebiasaannya mereka apa bisa, bisa nggak kira kira untuk buat kopi (barista),” ucapnya.
Terkahir kata Isfi, adalah pengentasan kantong-kantong kemiskinan, salah satu wilayah yang jumlah penduduk miskinnya terbanyak di Kota Samarinda adalah Kecamatan Samarinda Utara. “Di Samarinda utara itu ada sekita 1587 orang jumlah penduduk miskinnya, dan program yang akan kita jalan kan salah satunya dengan bedah rumah,” ungkapnya. (*/Rahmat Surya)