Andi Harun menyebut pemkot masih mengukur pertimbangan untuk menggarap yang mana terlebih dahulu guna efisiensi anggaran.
“Kalau pada akhirnya sudah menemukan alternatif untuk lahan TPA Abadi saya mempertimbangkan untuk sementara akses jalan TPA Sambutan menggunakan laterit,” kata Andi Harun Selasa (25/1/2022) kemarin.
Untuk diketahui TPA Sambutan selain jalan akses yang masih berupa tanah, minim Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) juga ditemukan terdapat beberapa bidang yang pembebasannya masih dalam proses.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani membeberkan khusus pada TPA Sambutan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda akan melakukan upaya peningkatan jalan, kemudian Dinas Pertanahan Samarinda juga diproyeksikan melakukan percepatan pembebasan lahan. “Untuk pemindahan pastinya masih belum ada, kita akan menunggu hasil rapat selanjutnya,” kata Nurrahmani.
Keperluan lahan untuk TPA Abadi itu sekira 50 hektar, sehingga mendorong Pemkot Samarinda kembali membebaskan lahan untuk kebutuhan TPA Abadi tersebut. “Pembebasannya di Dinas Pertanahan yang akan melebur ke Dinas PUPR,” ungkapnya.
Ditambahkan Kepala Bidang (Kabid) Keagrariaan Pertanahan Samarinda, Yusdiansyah, sementara ini data awal yang telah terhimpun sebanyak 36 pemilik untuk TPA Abadi. “Itu juga sudah termasuk akses jalan,” tuturnya.
Pihaknya juga akan menunggu hasil rapat lanjutan yang rencananya akan digelar nanti membahas masalah pemindahan ini yang sejatinya sudah beberapa kali direncanakan.
Penulis: */Claudius Vico
Editor: Aspian Nur