Karena itu ESDM Kaltim berencana untuk membantu komunikasi antara pihak-pihak terkait agar pembangunan tower tak berada di lokasi IUP yang masih produktif.
Setidaknya ada lima sampai enam IUP yang bakal dilewati tower smelter tersebut. Rencananya smelter itu akan memanfaatkan sisa daya dari PLN sebesar 800 megawatt.
Kebermanfaatan dari pembangunan smelter diantaranya untuk menyerap tenaga kerja yang berasal dari Kaltim. Selain itu, yang terpenting adalah pemanfaatan energi yang bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Energi yang ada bisa dibagikan ke masyarakat. Terpenting juga energi dari PLN enggak terbuang percuma,” kata Benny.
Dengan dibangunnya smelter di Pendingin, Pemprov Kaltim berharap akan ada pabrik baterai yang bisa terwujud di Kaltim karena nantinya Benua Etam menjadi provinsi yang memprakarsai penggunaan energi hijau.
“Ada enam provinsi yang jadi percontohan penggunaan energi listrik. Khususnya kendaraan listrik,” lanjut Benny.
Sayangnya Benny belum melihat pembangunan smelter ini berhubungan dengan pendukung tambang nikel di Paser. Karena tambang nikel yang ada di Paser sendiri saat ini masih terkendala keberadaan smelter yang menjadi salah satu syarat wajib.
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur