Hadi menceritakan bagaimana Nabi Ibrahim As diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putra kesayangannya Nabi Ismail As. Walaupun sangat berat pengorbanan yang harus dilakukan Nabi Ibrahim, tetapi demi ketaatan kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim dan putranya Ismail, pasrah dan patuh, akhirnya Allah mengganti Ismail dengan seekor binatang “kibas” dan selamatlah Ismail.
“Silakan ayahku. Jika memang itu adalah perintah Allah SWT. Karena aku pun juga mendapatkan perintah yang sama atas itu,” sebut Hadi dalam dialog antara Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail.
Tersentak, air mata Hadi pun tak terbendung mengisahkan hal itu. Hadi pun berpesan, keikhlasan dan perjuangan ditunjukkan kepada Allah SWT menjadi contoh bagi seluruh umat muslim.
“Hendaknya kita ingat dan contoh perjuangan yang telah dilaksanakan Nabi Ibrahim As. Dia tidak sombong kepada Allah SWT dan ikhlas,” papar Hadi.
Hadi juga berpesan dari perjuangan yang telah dilakukan Siti Hajar istri Nabi Ibrahim As. Di mana, Siti Hajar berjuang penuh semangat dan pengorbanan ketika di Bukit Shafa dan Marwah untuk mencari penghidupan, terutama air di padang pasir.
Tujuh kali bolak-balik dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah. Akhirnya atas perjuangan dan keikhlasan Siti Hajar yang selalu berusaha, termasuk berdoa. Doa yang disampaikan Siti Hajar pun didengar Allah SWT, Hajar pun menemukan mata air yang selanjutnya diabadikan menjadi sumber air zam-zam yang tidak pernah kering.
“Perjuangan tersebut diabadikan dalam bentuk Sa’i ketika ibadah haji. Hikmah dari kisah ini adalah bagaimana perjuangan yang tulus ikhlas, kerja keras dan didukung doa menjadi kunci keberhasilan,” ungkap Hadi. (hms)
Editor: Aspian Nur
* Berita ini telah terbit di SKH Koran Kaltim Edisi Kamis, 07 Juli 2021