Menurut Agiel, anggaran tersebut masih sangat kurang karena akses jalan yang kurang lebih sekitar 200 kilometer itu masih sangat membutuhkan perhatian untuk ditingkatkan.
“Makanya kami saat ini mendorong untuk penambahan anggaran karena disitu ada akses jembatan juga yang harus segera dibangun,” ucap Agiel Rabu (21/7/2021) kemarin.
Akses jalan di wilayah tersebut cukup memprihatinkan karena rutenya sangat panjang, namun tidak ada kucuran anggaran yang memungkinkan. Karena itu, ia mendorong dinas terkait agar dapat fokus untuk pembangunan di sekitar tempat tersebut dengan melakukan penambahan anggaran.
“Kalau anggaran Rp17 miliar ini kan hanya spot-spot saja, tidak menyeluruh. Sedangkan jalannya itu panjang dan membutuhkan anggaran raturan miliar. Makanya saya harap bisa dilakukan secara bertahap,” papar Politisi PDI Perjuangan asal daerah pemilihan (dapil) VI Bontang, Kutim, dan Berau ini.
Akses jalan tersebut lanjut Agiel, merupakan akses yang intens digunakan masyarakat. Salah satunya jalur transportasi untuk para pedagang yang membawa barang dagangan mereka dari Berau menuju Samarinda. Selain itu, wilayah Kutim dan Berau ini merupakan penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang cukup besar untuk Kaltim. Sehingga hal yang wajar jika dapat diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang sepadan. “Masyarakat itu enggak minta banyak kok, hanya perhatian tentang jalanan, air, dan listrik. Karena itu penting,” tutup Agiel.
Penulis: */Faishal Ays
Editor: Aspian Nur