Melalui sebuah aplikasi digital berbasis Ponsel Pintar bernama Urun Data, kini masyarakat umum dapat berpartisipasi memberikan data aktual seputar kondisi lahan di Kaltim, restorasi bentang lahan di Kaltim diharapkan bisa dilakukan dengan maksimal.
Tujuannya untuk memastikan hutan, pohon, dan berbagai fungsinya direstorasi dan dikonversi di tingkat lanskap (lebih dari tingkat tapak) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bermukim di lokasi tersebut.
“Lewat Jelaja Nusantara (Jelantara) masyarakat di sekitar lokasi penelitian dapat turut serta mengambil data lapangan dengan telepon seluler mereka. Hal ini diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi khalayak umum untuk berkontribusi dalam perencanaan restorasi. Di samping itu, keterlibatan masyarakat akan menghemat waktu, tenaga, dan biaya yang dibutuhkan dalam proses pengumpulan data,”ujar Hultera, perwakilan konsorsium RESTORE+ yang memprakarsai aplikasi Urundata.
Dalam forum yang sama, Tenaga Teknis, Pro-P2KPM Kabupaten Penajam Paser Utara, Imam Subarkah, fasilitator desa/kampung yang sedang melakukan tugas pendampingan di desa bisa berpartisipasi untuk mengambil data lapangan terkait kondisi lahan di desa dampingan mereka melalui aplikasi Jelantara ini. Pada gilirannya, data tersebut akan diperoleh kembali dalam bentuk informasi -informasi yang sangat membantu fasilitasi pemetaan sosial bersama warga perdesaan. Harapannya, kegiatan ini dapat menambah wawasan, sehingga alternatif solusi pembangunan dan pemberdayaan dalam bentuk perencanaan partisipatif di perdesaan dapat dirumuskan secara lebih praktis, cepat, efektif dan efisien.
“Termasuk mahasiswa yang sedang melakukan penelitian, bisa berperan, atau bahkan yang sedang melakukan kuliah online,” sebutnya.
Pada Urunan Data sebelumnya, empat perguruan tinggi di Kaltim telah terlibat dalam pengumpulan data bersama dengan puluhan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.000 pengguna aktif dan menghasilkan lebih dari 4 juta interpretasi citra satelit. Berdasarkan hasil tersebut, pendekatan serupa akan dilakukan melalui Jelantara, yang dilakukan dengan pengambilan data lapangan oleh khalayak ramai di pelosok daerah.
Urunan Data Jelantara di Kalimantan Timur akan dimulai pada Januari hingga April 2021. Untuk mengikuti kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengunduh aplikasi Urundata pada Google Play Store dan memilih kegiatan Jelantara pada halaman beranda.
Penulis : */Permata S Rahayu
Editor : Rusdi