Ketua Badan Pengelola Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center (BPIC) Samarinda Awang Dharma Bakti menjelaskan tentang tidak digelarnya salat Iduladha besok pagi disana. “Tapi salat Jumat tetap dilaksanakan sesuai ketentuan MUI dan surat edaran wali kota dengan protokol kesehatan,” ujar Awang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (29/7/2020) kemarin.
Pertimbangannya salat Jumat didominasi kaum pria yang selama ini memang sudah menjalankan aktivitas salat dengan protokol Covid-19. “Jadi salat Iduladha tidak, tapi salat Jumat tetap,” bebernya.
Sementara untuk penyembelihan hewan kurban tetap dilaksanakan. “Kurban, kami laksanakan penyembelihan hari Sabtu. Kupon sudah kami bagikan ke RT dan kelurahan. Kalau yang dapat kupon, silakan ambil nanti jam 13.30 WITA sampai selesai, tetap ikuti protokol kesehatan. Kalau berkerumun tidak kami layani,” tegas Awang.
Sementara Pengurus Yayasan Masjid Raya Darussalam Samarinda Arnani mengatakan, pihaknya kemungkinan akan menyelenggarakan salat Iduladha. “Kami ada kemungkinan, tapi belum pasti. Kami ikuti perkembangan. Imbauan kan sifatya imbauan bukan larangan. Kalau nanti memang jadi dilaksanakan ya kami akan mengikuti protokol Covid,” ungkap Arnani.
Protokol pencegahan Covid-19, kata dia, sudah terlaksana sehari-hari, khususnya saat salat Jumat. “Salat id kan sama, dengan Jumat. Kami pasang pemberitahuan spanduk, jemaah yang masuk harus cuci tangan pakai masker. Tempat cuci tangan sudah kami pasang dua bulan lalu. Jarak antar jemaah juga sudah kami atur,” bebernya.
Sementara untuk penyembelihan hewan Kurban, Masjid Raya menyerahkan kepada Rumah Potong Hewan (RPH) di kawasan Tanah Merah, Kota Samarinda.. “Penyembelihan kami sudah berpuluh tahun di RPH Tanah Merah. Hewan hari H malam kirim ke RPH, setelah dibungkus langsung dibagikan,” kata Arnani. (*)
Penulis: */Rusdi
Editor: Aspian Nur
*Berita ini sudah tayang di koran kaltim hari Rabu 29 Juli 2020.