Kamis, 25/06/2026

Korea Selatan Menunggu Nasib, Afrika Selatan-Meksiko Lolos dari Grup A

Kamis, 25/06/2026

Kapten Korsel Son Heung-min (kanan), tak mampu berbuat banyak saat negaranya menghadapi Afrika Selatan dan kalah pada pertandingan terakhir Grup A Piala Dunia 2026. (Foto: Reuters)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Korea Selatan Menunggu Nasib, Afrika Selatan-Meksiko Lolos dari Grup A

Kamis, 25/06/2026

logo

Kapten Korsel Son Heung-min (kanan), tak mampu berbuat banyak saat negaranya menghadapi Afrika Selatan dan kalah pada pertandingan terakhir Grup A Piala Dunia 2026. (Foto: Reuters)

KORANKALTIM.COM - Setelah mengumumkan akan pensiun di akhir turnamen, pelatih Afrika Selatan Hugo Broos mungkin sempat memikirkan cara menghabiskan waktu luangnya — namun kini ia akan tetap berada di bangku cadangan lebih lama.

Itu setelah gol Thapelo Maseko di babak kedua mencatat sejarah bagi Afrika Selatan yang membuat mereka lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Korea Selatan di Estadio Monterrey, Meksiko Kamis (25/6/2026) hari ini pada pertandingan Grup A.

Tiga poin tersebut mengangkat Afrika Selatan ke peringkat kedua klasemen dibawah Meksiko dan membuat Korea Selatan harus bergantung pada harapan untuk lolos dari fase grup dengan menjadi satu diantara tim peringkat ketiga terbaik. 

Laga Afrika Selatan kontra Korsel terkesan membosankan karena Afrika Selatan bermain bertahan dan menunggu untuk menyerang balik, sementara Korea Selatan kurang memiliki kualitas di sepertiga akhir lapangan dengan harapan mempertahankan hasil imbang agar bisa lolos sebagai runner up.

Namun Maseko mencetak gol penentu kemenangan yang tak terduga bagi Bafana Bafana dengan mengontrol bola ke kaki kirinya di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tendangan yang meluncur melewati sela-sela kaki Jens Castrop dan masuk ke tiang dekat gawang Korsel.

Afrika Selatan belum pernah lolos ke Piala Dunia sejak menjadi tuan rumah pada 2010 dan bersiap  menghadapi Kanada di Los Angeles pada babak 32 Besar nanti.

Korea Selatan memasuki pertandingan ini hanya membutuhkan satu poin, namun mereka tidak pantas mendapatkan hasil yang memuaskan dari pertandingan terakhir mereka di Grup A karena mereka dikalahkan oleh tim yang terorganisir dengan baik dan secara konsisten lebih unggul.

Di laga lain yang dimainkan di Stadion Mexico City, Meksiko, tuan rumah  mencetak tiga gol di babak kedua untuk menyingkirkan Republik Ceko dari Piala Dunia dan menutup fase grup dengan raihan poin penuh.

Meksiko sudah dipastikan sebagai juara grup sebelum pertandingan terakhir mereka di Mexico City, setelah sebelumnya mengalahkan Afrika Selatan dan Korea Selatan.

Hal itu memberi kesempatan kepada pelatih Javier Aguirre untuk merotasi skuadnya. Tiga gol yang dicetak El Tri semuanya tercipta dibabak kedua, masing-masing lewat bek kiri Mateo Chavez menit 55,  Julian Quinones menit 61 dan Alvaro Fidalgo menit 90+4.

Pada pertandingan ini, dalam usia 17 tahun dan 253 hari, gelandang Meksiko Gilberto Mora menjadi pemain termuda keenam dalam sejarah yang menjadi starter di pertandingan Piala Dunia pria dan pemain termuda yang melakukannya untuk Meksiko. Mora mendapat sambutan meriah saat diganti pada menit ke-72 dan penggantinya Fidalgo mencetak gol ke sudut atas gawang dari jarak 15 yard untuk menutup skor.

Selain gol-gol tersebut, salah satu sambutan paling meriah di Stadion Azteca ditujukan kepada kiper Meksiko berusia 40 tahun, Guillermo Ochoa, saat ia dimasukkan sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir.

Ini merupakan penampilan keenam Ochoa di Piala Dunia, menyamai rekor Cristiano Ronaldo dari Portugal dan Lionel Messi dari Argentina, meskipun ia hanya tampil dalam empat diantaranya karena pada turnamen 2006 dan 2010 ia hanya menjadi anggota skuad yang tidak diturunkan.

Pertandingan babak 32 besar yang mempertemukan Meksiko dengan salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik akan digelar di Mexico City  1 Juli nanti.
Republik Ceko tersingkir dari turnamen setelah menempati posisi juru kunci Grup A dengan raihan satu poin dari tiga pertandingan.

Pelatih Meksiko Javier Aguirre menyebut keberhasilan ke fase gugur 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi momen paling emosional bagi negaranya. "Empat puluh tahun lalu (tahun 1986) hal yang mirip terjadi saat mengalahkan Irak 1-0," kata Aguirre dalam laman FIFA usai laga.

Meksiko menyapu bersih tiga pertandingan fase grup dan mengakhiri babak penyisihan sebagai juara grup dengan mengemas total sembilan poin.

Pelatih berusia 67 tahun itu mengenang pengalaman saat masih menjadi pemain  Meksiko pada Piala Dunia 1986. Aguirre merupakan bagian dari skuad Meksiko yang mengalahkan Irak 1-0 di Stadion Azteca, yang memastikan tempat di fase gugur. "Bedanya sekarang saya lebih tua dan lebih sensitif," tambah pria kelahiran 1 Desember 1958 itu.

Editor: Aspian Nur

Korea Selatan Menunggu Nasib, Afrika Selatan-Meksiko Lolos dari Grup A

Kamis, 25/06/2026

Kapten Korsel Son Heung-min (kanan), tak mampu berbuat banyak saat negaranya menghadapi Afrika Selatan dan kalah pada pertandingan terakhir Grup A Piala Dunia 2026. (Foto: Reuters)

Share

Berita Terkait