Rabu, 02/08/2023
Rabu, 02/08/2023
Tubuh Jesus Alberto Lopez Ortiz terlihat berada di rahang buaya sesaat setelah dimangsa saat berada di sungai. (mirror)
Rabu, 02/08/2023

Tubuh Jesus Alberto Lopez Ortiz terlihat berada di rahang buaya sesaat setelah dimangsa saat berada di sungai. (mirror)
KORANKALTIM.COM - Insiden mengerikan dialami seorang pemain sepak bola dari negara Kosta Rika Jesus Alberto Lopez Ortiz Sabtu (30/7/2023) akhir pekan tadi.
Dilansir dari laman Thesun.co.uk, saat berendam di sungai untuk menyejukkan diri, pemain berjulukan Chucho itu dimangsa seekor buaya dan ditemukan meninggal dunia. Pesepakbola berusia 29 tahun itu diserang buaya ketika berendam di sungai di Rio Cañas, Provinsi Guanacaste, Kosta Rika.
Video dan foto kejadian yang beredar di media sosial menunjukkan reptil besar itu berenang di air dengan tubuh Lopez di dalam rahangnya. Video lainnya menunjukkan buaya tersebut ditembak mati di dalam air sebelum penduduk setempat membawa tubuh Lopez ke tepi sungai.
Penduduk setempat mengikuti reptil tersebut dengan sebuah kano namun sebuah pernyataan dari polisi setempat mengatakan petugas merekalah yang membunuh buaya tersebut.
Lopez adalah seorang pemain sepak bola untuk tim amatir Deportivo Río Cañas dan juga seorang ayah dari dua anak berusia delapan dan tiga tahun.
Keluarganya yang sangat bersedih meminta kepada publik untuk membantu membayar biaya pemakaman sang pemain, sementara manajer timnya, Luis Carlos Montes, juga mengorganisir pengumpulan dana. "Dengan kesedihan yang mendalam kami mengumumkan kepada publik tentang meninggalnya pemain kami, Jesús López Ortiz. Beristirahatlah dengan tenang, Chucho - kami turut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh seluruh keluargamu,” kata manajemen tim.
Seorang fans memberikan komentar di media sosial Facebook. "Selalu dengan kerendahan hati yang menjadi ciri khasnya, tadi malam dia membuat kami senang dengan pertandingan terakhirnya. Kami akan merindukanmu, Chucho - bola selalu berada di angka 10," tulisnya.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Energi Kosta Rika melarang perburuan atau pembunuhan hewan yang dilindungi, termasuk buaya. Namun polisi setempat memutuskan mereka memiliki izin di bawah undang-undang satwa liar negara Amerika Tengah itu untuk menembak mati buaya. "Perlu diklarifikasi bahwa semua upaya telah dilakukan untuk menyelamatkan tubuh orang yang meninggal tanpa menyebabkan kerusakan pada reptil, yang tidak mungkin dilakukan," kata mereka.
November lalu, seekor buaya sepanjang 12 kaki merobek kepala seorang anak laki-laki berusia delapan tahun bernama Julio Otero Fernández di Kosta Rika ketika ia sedang dalam perjalanan memancing bersama keluarganya yang ketakutan.
Di bulan yang sama, seorang pemburu melacak predator yang dicurigai dan menembaknya hingga mati sebelum melarikan diri dari tempat kejadian.
Di Indonesia pada bulan Juli lalu, seorang anak perempuan berusia 14 tahun tewas diterkam buaya ketika sedang mencuci pakaian di sungai.
Serangan tersebut terjadi satu setengah tahun setelah seorang anak laki-laki berusia delapan tahun diterkam buaya hingga tewas di dekat rumahnya di Malaysia.
Dan minggu lalu, juga di Malaysia, seorang petani yang hilang ditemukan di dalam perut buaya sepanjang 14 kaki.
Seorang pria tua meninggal ketika ia diterkam oleh sekitar 40 ekor buaya setelah jatuh ke dalam kandang mereka awal tahun ini di Kamboja.
Juga pada bulan Mei, sisa-sisa tubuh seorang nelayan yang hilang ditemukan di dalam tubuh dua ekor buaya di Australia.
Dan tahun lalu, dua turis dari Amerika Serikat diserang buaya di sebuah resor di Meksiko ketika salah satu dari mereka berenang di laut pada malam hari dan turis yang kedua datang untuk menolongnya.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 02/08/2023
Tubuh Jesus Alberto Lopez Ortiz terlihat berada di rahang buaya sesaat setelah dimangsa saat berada di sungai. (mirror)
TERPOPULER