Jumat, 05/01/2024

155 Sekolah di Samarinda Terapkan Program Pendidikan Inklusi untuk Wujudkan KLA

Jumat, 05/01/2024

Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

155 Sekolah di Samarinda Terapkan Program Pendidikan Inklusi untuk Wujudkan KLA

Jumat, 05/01/2024

logo

Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Penulis: */M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin menyebutkan peran pendidikan Inklusi menjadi salah satu indikator capaian Kota Layak Anak.

Menurutnya, untuk mencapai sekolah ramah anak membutuhkan beberapa tahapan yang mesti dilalui. Salah satunya menjadi sekolah Inklusi yang juga menangani persoalan pendidikan bagi anak penyandang disabilitas.

"Kalau semua sekolah itu melaksanakan program sekolah Inklusi bisa saja kita mendapatkan gelar Kota Layak Anak, jadi kita dorong terus," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/1/2024).

Sejauh ini, di Samarinda sudah ada sekitar 155 sekolah yang menerapkan program sekolah Inklusi. Asli menyebutkan peran program ini juga bagian yang tidak kalah penting untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA).

"Itu beririsan sekali untuk mencapai sekolah ramah anak, makanya kita selalu mendorong supaya setiap sekolah di Samarinda bisa mendapat gelar ramah anak," ujarnya.

Dirinya juga berupaya dalam proses membangun atau merenovasi sekolah akan menyediakan fasilitas bagi para penyandang disabilitas. Pasalnya, saat ini setiap fasilitas umum diwajibkan memberikan rasa kesetaraan bagi para disabilitas.

"Fasilitas itu juga harus ada, baik di toilet, gedung dan macam-macam fasilitas yang mendukung para penyandang disabilitas," jelasnya.

Kendati demikian jelasnya, untuk mendapatkan gelar Kota Layak Anak melalui aspek pendidikan, pemerintah harus kompak dalam berkolaborasi untuk dapat mewujudkan sekolah ramah anak. Sebab, itu dinilai menjadi salah satu indikator penting.

"Kan ini harus kolaborasi, yang jelas kita mensupport (mendukung) untuk setiap sekolah bisa meraih gelar sekolah ramah anak," pungkasnya.

Editor: Maruly Z


155 Sekolah di Samarinda Terapkan Program Pendidikan Inklusi untuk Wujudkan KLA

Jumat, 05/01/2024

Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait