Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara Tauhid Afrilian Noor kepada Korankaltim.com Rabu (12/1/2022) hari ini.
Toi, sapaan akrabnya menjelaskan, untuk penerapan jam pelajaran Disdikbud Kukar memberikan keleluasaan kepada seluruh sekolah untuk menerapkan kebijakannya masing-masing.
Disdikbud hanya memberikan arahan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri, maksimal pembelajaran PTM 100 persen atau selama enam jam. “Untuk jamnya maksimal 6 jam tergantung sekolah menerapkannya, ini menindaklanjuti kesepakatan SKB 4 menteri, boleh di zona hijau. Kalau kami tidak menjalankan malah kena sanksi, makanya tetap dijalankan tapi sambal kami pantau terus perkembangannya, mulai Senin kami sudah lakukan monitoring pelaksanaan PTM di kawasan dalam kota,” paparnya.
Disinggung kemungkinan nantinya PTM 100 persen dilakukan evaluasi secara berkala, Disdikbud Kukar menunggu arahan dan berkoordinasi serta bersinergi dengan Satgas Covid-19 kabupaten.
Evaluasinya dijadwalkan dengan Satgas, dibicarakan lagi bagaimana dan apa teknisnya, apakah dilakukan evaluasi perbulan atau pertiga bulan dalam perjalanannya.
“Sambil melihat perkembangan juga, kalau memang nanti ada hal yang tidak diinginkan, kami tetap keliling sambil melakukan tugas rutin kedinasan sambil memantau itu,” tutup Toi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara Tauhid Afrilian Noor kepada Korankaltim.com Rabu (12/1/2022) hari ini.
Toi, sapaan akrabnya menjelaskan, untuk penerapan jam pelajaran Disdikbud Kukar memberikan keleluasaan kepada seluruh sekolah untuk menerapkan kebijakannya masing-masing.
Disdikbud hanya memberikan arahan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri, maksimal pembelajaran PTM 100 persen atau selama enam jam. “Untuk jamnya maksimal 6 jam tergantung sekolah menerapkannya, ini menindaklanjuti kesepakatan SKB 4 menteri, boleh di zona hijau. Kalau kami tidak menjalankan malah kena sanksi, makanya tetap dijalankan tapi sambal kami pantau terus perkembangannya, mulai Senin kami sudah lakukan monitoring pelaksanaan PTM di kawasan dalam kota,” paparnya.
Disinggung kemungkinan nantinya PTM 100 persen dilakukan evaluasi secara berkala, Disdikbud Kukar menunggu arahan dan berkoordinasi serta bersinergi dengan Satgas Covid-19 kabupaten.
Evaluasinya dijadwalkan dengan Satgas, dibicarakan lagi bagaimana dan apa teknisnya, apakah dilakukan evaluasi perbulan atau pertiga bulan dalam perjalanannya.
“Sambil melihat perkembangan juga, kalau memang nanti ada hal yang tidak diinginkan, kami tetap keliling sambil melakukan tugas rutin kedinasan sambil memantau itu,” tutup Toi.
Penulis: Muhammad Heriansyah