Septi, siswa SMAN 10 Samarinda kepada Korankaltim.com Selasa (11/1/2022) siang tadi menjelaskan, sejak melakukan PTM mereka sangat keberatan dengan jarak tempuh dari rumah menuju ke sekolah baru.
"Jujur kami tidak ingin dipindahkan daru Gedung A di Samarinda Seberang, karena kami sudah lama disana jadi untuk belajar ditempat ini kami perlu adaptasi yang lebih lama," ujar Septi yang duduk di kelas XII.
Selain perlunya adaptasi, Septi sebagai siswi juga merasa terbebani lantaran jarak antara rumah dan sekolah yang terlampau jauh.
"Rumah saya di Jalan Bung Tomo, jarak kesini bisa lebih dari setengah jam, lumayan capek apalagi harus langsung les sepulang sekolah," ungkapnya.
Lantaran mempertimbangkan pendidikannya yang sudah mendekati pelaksanaan ujian nasional, siswa SMAN 10 harus tetap menjalankan pembelajaran meskipun masih merasa tidak maksimal.
Sementara menurut Riyan yang juga duduk di kelas XII, PTM kali ini tidak menimbulkan suasana berbeda, karena dirinya menangatakan tidak semua siswa SMAN 10 belajar di Education Center ini hanya siswa kelas XII saja.
"Saya lebih mempertimbangkan teman-teman yang tinggal di asrama, kasian mereka sedangkan disini asramanya belum dibuka, terus fasilitas yang disediakan belum memadai, musala gak ada, toilet hanya satu yang layak pakai," sebut Riyan.
Selain fasilitas tersebut, Riyan memaparkan proses pembelajaran masih berjalan seperti biasanya akan tetapi pelajaran olahraga tidak diadakn karena minus lapangan di lokasi bangunan sekolah yang baru.
Terpisah, Wakil Kepala Sekolah SMAN 10 Ati belum bisa memberikan keterangan karena kepala sekolah yang lebih berwenang memberikan keterangan.
"Sementara ini kepala sekolah masih diluar, saya tidak berwenang untuk memberikan keterangan apapun," ujar Ati.
Penulis : Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur
Septi, siswa SMAN 10 Samarinda kepada Korankaltim.com Selasa (11/1/2022) siang tadi menjelaskan, sejak melakukan PTM mereka sangat keberatan dengan jarak tempuh dari rumah menuju ke sekolah baru.
"Jujur kami tidak ingin dipindahkan daru Gedung A di Samarinda Seberang, karena kami sudah lama disana jadi untuk belajar ditempat ini kami perlu adaptasi yang lebih lama," ujar Septi yang duduk di kelas XII.
Selain perlunya adaptasi, Septi sebagai siswi juga merasa terbebani lantaran jarak antara rumah dan sekolah yang terlampau jauh.
"Rumah saya di Jalan Bung Tomo, jarak kesini bisa lebih dari setengah jam, lumayan capek apalagi harus langsung les sepulang sekolah," ungkapnya.
Lantaran mempertimbangkan pendidikannya yang sudah mendekati pelaksanaan ujian nasional, siswa SMAN 10 harus tetap menjalankan pembelajaran meskipun masih merasa tidak maksimal.
Sementara menurut Riyan yang juga duduk di kelas XII, PTM kali ini tidak menimbulkan suasana berbeda, karena dirinya menangatakan tidak semua siswa SMAN 10 belajar di Education Center ini hanya siswa kelas XII saja.
"Saya lebih mempertimbangkan teman-teman yang tinggal di asrama, kasian mereka sedangkan disini asramanya belum dibuka, terus fasilitas yang disediakan belum memadai, musala gak ada, toilet hanya satu yang layak pakai," sebut Riyan.
Selain fasilitas tersebut, Riyan memaparkan proses pembelajaran masih berjalan seperti biasanya akan tetapi pelajaran olahraga tidak diadakn karena minus lapangan di lokasi bangunan sekolah yang baru.
Terpisah, Wakil Kepala Sekolah SMAN 10 Ati belum bisa memberikan keterangan karena kepala sekolah yang lebih berwenang memberikan keterangan.
"Sementara ini kepala sekolah masih diluar, saya tidak berwenang untuk memberikan keterangan apapun," ujar Ati.
Penulis : Linda Mulyani